Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Bagaimana Cara Megawati Soekarnoputri Menentukan Nama Capres PDIP?
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Bagaimana Cara Megawati Soekarnoputri Menentukan Nama Capres PDIP?
Politik

Bagaimana Cara Megawati Soekarnoputri Menentukan Nama Capres PDIP?

Tidak bisa dipungkiri, ada dua nama paling potensial untuk dipilih Megawati sebagai bakal capres PDIP, yaitu Puan Maharani dan Ganjar Pranowo. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya dilihat dari berbagai sisi.

Last updated: Rabu, 1 Februari 2023, 11:34 AM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: pdiperjuangan.id)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) – Ya, bagaimana cara Megawati Soekarnoputri menentukan nama kandidat capres PDIP menjadi salah satu yang paling diperbincangkan di kalangan pendukung partai tersebut.

Betapa tidak? Bahkan sekadar timing atau kapan pastinya PDIP akan mengumumkan jagoannya yang akan bertanding di Pilpres 2024 pun hingga kini belum ada kejelasan.

Tak heran jika warga pendukung PDIP diliputi berbagai spekulasi. Mulai dari nama kandidat capres potensial sampai partai mana saja yang akan berkoalisi dengan PDIP.

Tidak bisa dipungkiri, ada dua nama paling potensial untuk dipilih Megawati sebagai bakal capres PDIP, yaitu Puan Maharani dan Ganjar Pranowo. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya dilihat dari berbagai sisi.

Di luar dua nama itu, praktis tak ada nama kader lain yang disebut sebagai kandidat capres potensial. Megawati sendiri pada HUT ke-50 PDIP 10 Januari lalu memastikan bahwa capres yang akan diusung berasal dari kader partai.

Puan Maharani

Tanpa perdebatan lagi, Puan Maharani tentu saja adalah kader papan atas PDIP. Selain fakta bahwa dia anak Megawati, Puan juga menjabat Ketua DPR sekaligus mantan Menteri PMK.

Artinya, dari sudut pandang kelayakan sebagai kandidat capres PDIP, Puan Maharani niscaya memenuhi nyaris semua kualifikasi, kecuali satu hal: yakni elektabilitasnya yang rendah.

Kenyataannya, hasil dari berbagai survei elektabilitas kandidat capres yang dilakukan sejumlah lembaga, memperlihatkan elektabiltas Puan memang kecil.

Masalahnya, PDIP tentu saja berharap mengusung capres yang punya potensi besar untuk menang. Persis pada titik inilah, skenario mencapreskan Puan tampak sebagai sesuatu yang tak realistis.

Ganjar Pranowo

Akan halnya Ganjar Pranowo. Selain Gubernur Jawa Tengah dua periode, dia adalah mantan anggota Fraksi PDIP di DPR RI. Sosoknya sebenarnya relatif biasa saja alias tidak begitu cemerlang.

Namun, kelebihan Ganjar yang diimpikan hampir semua orang yang berhasrat nyapres adalah: elektabilitasnya begitu tinggi. Hasil survei mutakhir yang digelar LSI misalnya, memperlihatkan Ganjar berada di posisi puncak, disusul Anies Baswedan dan Prabowo Subianto di urutan kedua dan ketiga.

Di internal pengurus teras PDIP, Ganjar itu mirip Jokowi ketika hendak maju capres di Pilpres 2014, yaitu cenderung dipandang sebelah mata. Kapasitas personalnya dianggap “biasa-biasa” saja.

Bahkan, sebagian menilai tingginya elektabilitas Ganjar tak lebih dari hasil pencitraan melalui media sosial, bukan cerminan dari prestasi nyata.

Para pengamat politik memprediksi, jika PDIP mengusung Ganjar sebagai capres, bukan saja berpeluang besar memenangkan Pilpres 2024, namun juga berpotensi menaikkan perolehan suara PDIP di pemilu legislatif. Ada coatail effect atau “efek ekor jas” dari moncernya nama Ganjar.

Nah, sebagai penerima mandat partai untuk menentukan nama capres yang akan diusung PDIP di Pilpres 2024, tentu tak mudah bagi Megawati memilih dan menetapkan nama kandidat capres.

Hanya, biasanya, Megawati akan mengajak sosok yang akan diusungnya dalam pilpres untuk berziarah ke makam Bung Karno, mendiang ayahnya sekaligus Proklamator dan Presiden RI pertama, yang berlokasi di Blitar, Jawa Timur….

 

 

 

 

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: elektabilitas capres, Ganjar Pranowo, Megawati Soekarnoputri, PDIP, Pilpres 2024, Puan Maharani
Raden Parwoto 31 Januari 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Bertemu di Semarang, Benarkah Megawati Beri Sinyal Usung Ganjar?
Next Article Mengapa Koalisi Indonesia Bersatu Miskin Dinamika?
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?