JAKARTA (Sketsa.co) — Sekonyong-konyong Partai Demokrat menyatakan dukungan resmi kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden setelah dalam beberapa waktu belakangan terjadi “ketegangan” antara Partai Nasdem dan Demokrat terkait dengan kelangsungan rencana pembentukan Koalisi Perubahan dan Perbaikan. Benarkah ini isyarat bahwa AHY hampir pasti bakal cawapres pendamping Anies?
Bukan lewat deklarasi atau konferensi pers khusus yang gegap gempita, dukungan resmi atas pencapresan mantan Gubernur DKI Jakarta itu disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lewat pernyataan tertulis pada Rabu, 25 Januari 2023, yang dikirimkan ke berbagai media.
Baca juga: Demokrat Resmi Usung Anies Capres, Koalisi Perubahan Jalan Terus
Adakah pernyataaan dukungan yang terkesan mendadak itu merupakan respons atas “tekanan” yang dilancarkan Nasdem agar dua partai, yakni Demokrat dan PKS, segera menyatakan dukungan resminya atas pengusungan Anies sebagai bakal capres seperti yang sudah dilakukan Nasdem sejak 3 Oktober 2022?
Atau, apakah sudah terjadi kesepakatan bawah tangan antara Nasdem, Demokrat, PKS dan Anies sendiri tentang nama bakal calon wapres yang akan diusung bersama Anies untuk maju di Pilpres 2024 yang didahului dengan prasyarat Demokrat, juga menyusul PKS nantinya, menyatakan dukungan resminya atas pencapresan Anies?
Kalau benar begitu, adakah kandidat bakal cawapres itu adalah AHY, seperti yang diusulkan dan diaspirasikan oleh para kader Demokrat dan disuarakan secara lantang dalam beberapa waktu terakhir?
Kabarnya, hampir pasti AHY akan disepakati di antara para petinggi Nasdem, Demokrat dan PKS sebagai bakal cawapres pendamping Anies Baswedan. Pernyataan dukungan resmi Demokrat atas pencapresan Anies bisa ditafsirkan sebagai sinyal bahwa telah terjadi kesepakatan bahwa AHY jadi bakal cawapres untuk Anies. Mungkin ini yang dimaksud politisi PKS Mardani Ali Sera dengan istilah “tinggal dikit lagi” untuk menggambarkan kemajuan proses pembentukan Koalisi Perubahan.
Sesungguhnya sangat wajar kalau Demokrat memperoleh porsi kandidat cawapres dalam Koalisi Perubahan. Dari beberapa hasil survei mutakhir, elektabilitas Demokrat meningkat signifikan. Hasil survei LSI misalnya, menempatkan Demokrat dalam tiga besar partai dengan elektabilitas tertinggi jelang Pemilu 2024 setelah PDIP dan Partai Gerindra. Elektabilitas AHY sebagai kandidat cawapres juga relatif besar, setidaknya dibandingkan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang diusulkan PKS sebagai bakal cawapres untuk Anies.
Tinggal PKS
Dengan resminya Demokrat dukung pencapresan Anies, maka tinggal PKS yang belum menyatakan dukungan resminya. Namun, hampir bisa dipastikan PKS akan memberikan dukungan kepada Anies, mengingat sejak Pilkada DKI 2017, PKS adalah pendukung militan Anies. Hingga kini, tak pernah terdengar suara miring politisi PKS terhadap sepak terjang Anies. Bahkan, PKS boleh dikatakan sebagai pembela utama Anies menghadapi berbagai kritik, terutama terkait dengan kebijakan yang ditempuhnya saat menjadi Gubernur DKI.
Tampaknya PKS juga tak keberatan dengan tampilnya AHY sebagai cawapres pendamping Anies. Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsy baru-baru ini menyatakan pihaknya tak keberatan AHY jadi cawapres Anies asal disepakati ketiga partai di Koalisi Perubahan. Ini bisa dimaknai sebagai isyarat bahwa PKS legowo bakal lebih terakomodasi dalam kabinet seandainya Anies terpilih sebagai presiden.

