JAKARTA: Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN tetap menjadi salah satu perguruan tinggi kedinasan paling populer di Indonesia. Menjelang pembukaan pendaftaran tahun 2025, banyak calon mahasiswa mulai mencari informasi terkait jurusan-jurusan yang sepi peminat dan memprediksi tingkat keketatan seleksi.
Mengetahui jurusan yang kurang diminati dapat menjadi strategi bagi calon mahasiswa untuk meningkatkan peluang diterima. Jurusan yang sepi peminat cenderung memiliki persaingan yang lebih rendah, meskipun hal ini tidak selalu berarti kualitasnya lebih rendah atau prospeknya kurang menjanjikan.
Perlu dipahami bahwa jurusan dengan peminat sedikit tetap menghasilkan lulusan yang berkontribusi besar di berbagai instansi pemerintah. Posisi penempatan lulusan jurusan ini pun banyak yang strategis.
Secara umum, program pendidikan di PKN STAN diarahkan pada penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi dalam pengelolaan keuangan negara. Berdasarkan situs resminya, PKN STAN menyelenggarakan pendidikan untuk jenjang Diploma III dan Sarjana Terapan, dengan jurusan sebagai berikut:
Program Sarjana Terapan:
Manajemen Aset Publik
Manajemen Keuangan Negara
Program Diploma III:
Akuntansi
Kebendaharaan Negara
Kepabeanan dan Cukai
Manajemen Aset
Pajak
PBB/Penilai
Jurusan Sepi Peminat di STAN
Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, terdapat beberapa jurusan di STAN yang cenderung kurang diminati, di antaranya:
Diploma III Prodi Manajemen Aset
Jurusan ini mempelajari pengelolaan aset negara dari sisi hukum, lelang, hingga penilaian properti. Materi yang cukup teknis dan spesifik membuatnya kurang populer meskipun prospek kariernya menjanjikan.Diploma III Prodi PBB/Penilai
Fokus utama program ini adalah penilaian properti untuk tujuan perpajakan. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap cakupan pekerjaan lulusan jurusan ini membuatnya sepi peminat.Diploma III Prodi Kebendaharaan Negara
Mengkaji pengelolaan kas dan anggaran negara. Jurusan ini sering kali dipandang kurang menarik dibandingkan jurusan lain, padahal memiliki peran penting dalam pengelolaan APBN.Sarjana Terapan Prodi Manajemen Keuangan Negara
Terdiri dari dua konsentrasi utama: Manajemen Treasury Negara dan Manajemen Penerimaan Negara. Meski memiliki kuota besar, banyak calon mahasiswa menganggap materi dalam jurusan ini terlalu kompleks.
Perlu ditekankan bahwa daftar ini bersifat prediktif berdasarkan seleksi sebelumnya dan tidak dikeluarkan secara resmi oleh panitia seleksi sekolah kedinasan. Minat pemilih bisa berubah pada seleksi tahun berjalan.
Prediksi Persaingan STAN 2025
Melihat data tahun lalu, STAN menjadi sekolah kedinasan dengan jumlah pelamar terbanyak, yakni 38.355 orang yang bersaing memperebutkan 722 kuota. Ini berarti tingkat keketatan sekitar 1:53, atau hanya satu yang diterima dari setiap 53 pelamar.
Untuk tahun 2025, persaingan diperkirakan tetap ketat, tergantung pada jumlah kuota yang tersedia serta total peserta yang mendaftar. Oleh karena itu, pemilihan jurusan yang tepat—termasuk mempertimbangkan jurusan dengan peminat lebih rendah—bisa menjadi langkah cerdas dalam menghadapi seleksi PKN STAN.
