SEMARANG, Jawa Tengah: Kabar gembira datang dari Jawa Tengah! Dua proyek jalan tol baru tengah dipersiapkan untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. Kedua proyek strategis tersebut adalah Tol Semarang–Demak Seksi 1 dan Tol Pejagan–Cilacap, yang keduanya membawa harapan besar untuk kemajuan infrastruktur di Tanah Air.
Proyek Tol Semarang–Demak Seksi 1 kini tengah dikebut pengerjaannya. Jalan tol yang membentang dari Sayung ke Kota Semarang ini ditargetkan rampung pada April 2027. Meskipun pembangunan berlangsung di wilayah pesisir yang rawan banjir rob, pihak pelaksana proyek memastikan bahwa pekerjaan tetap berjalan sesuai jadwal.
“Banjir rob memang sering menggenangi lokasi proyek, tetapi hal ini tidak menjadi kendala utama,” ujar Robby Sumarna, perwakilan Humas CRBC Wika PP. Robby juga menyebut bahwa hambatan yang sempat muncul lebih disebabkan oleh curah hujan tinggi di lokasi quarry yang mengganggu suplai material tanah sejak awal tahun ini.
Hingga akhir Mei 2025, progres fisik pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1 telah mencapai 45,65 persen. Seksi ini terbagi dalam tiga paket pekerjaan. Paket 1A, yang dikerjakan oleh konsorsium Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG), mencatat progres 46,2 persen. Paket 1B, yang dilaksanakan oleh PP, WIKA, dan CRBC, telah mencapai 27,6 persen. Sedangkan Paket 1C yang ditangani oleh Adhi Karya dan Sinohydro, baru menyelesaikan 20,4 persen dari total pekerjaan.
Tol ini terdiri dari dua seksi utama. Seksi 1 menghubungkan Sayung–Semarang dan bahkan melintasi Laut Jawa. Sementara itu, Seksi 2 (Sayung–Demak) sudah beroperasi lebih dulu sejak 25 Februari 2023.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi pembangunan tol ini adalah masalah tanah musnah, yakni lahan yang secara hukum tidak lagi memiliki status kepemilikan. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, berharap masalah ini bisa segera diselesaikan. “Dengan kehadiran BPN dalam forum ekonomi regional kemarin, kami optimis proses percepatan bisa dilakukan,” ujarnya.
Sumarno menekankan pentingnya proyek ini dalam mendukung keseimbangan sektor pangan dan industri di Jawa Tengah. “Infrastruktur yang terintegrasi akan membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peran Satker APBN sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Tol Pejagan–Cilacap direncanakan mulai dibangun pada tahun 2026. Proyek ini juga menjadi bagian dari jaringan tol strategis nasional dan diharapkan mampu meningkatkan arus logistik dari pantai utara ke wilayah selatan Jawa Tengah.
Dengan hadirnya dua tol baru ini, wajah transportasi Jawa Tengah dipastikan akan semakin modern. Tidak hanya mempercepat waktu tempuh, tapi juga membuka peluang ekonomi baru di berbagai sektor.

