Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Google Chrome Terancam Dijual, Perplexity, Yahoo, dan OpenAI Berebut Minat
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Google Chrome Terancam Dijual, Perplexity, Yahoo, dan OpenAI Berebut Minat
NewsTech News

Google Chrome Terancam Dijual, Perplexity, Yahoo, dan OpenAI Berebut Minat

Last updated: Selasa, 29 April 2025, 5:59 PM
By M. Khamdi
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA: Peramban Chrome milik Google tengah berada di bawah ancaman pemisahan akibat kasus monopoli yang menjerat raksasa teknologi asal California ini. Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) memenangkan gugatan antitrust terhadap Google pada 2023, dengan pengadilan menyatakan bahwa Google secara ilegal memonopoli pasar pencarian online. Kini, sanksi final diperkirakan akan dijatuhkan pada Agustus 2025, dengan kemungkinan Chrome harus dijual ke pihak lain.

Beberapa perusahaan besar sudah mengungkapkan ketertarikannya untuk membeli Chrome jika Google benar-benar dipaksa melepasnya. Setelah OpenAI lebih dulu menyatakan minat, kini giliran Perplexity dan Yahoo yang turut menyatakan kesiapan.

Dalam sidang anti-monopoli baru-baru ini, Chief Business Officer Perplexity, Dmitry Shevelenko, dan General Manager Yahoo Search, Brian Provost, hadir untuk memberikan kesaksian. Shevelenko menyebut Perplexity siap mengambil alih Chrome jika dibutuhkan, meskipun ia mengaku lebih memilih Chrome tetap berada di tangan Google. Kekhawatirannya, perubahan kepemilikan bisa berisiko terhadap kualitas dan sifat open source dari Chromium.

Shevelenko juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi Perplexity dalam bersaing dengan dominasi Google, terutama di perangkat Android. Ia menggambarkan proses mengganti Google Assistant dengan Perplexity sebagai “jungle gym” yang rumit. Bahkan setelah berhasil menjadi default, Perplexity tetap kalah praktis dibanding Google Assistant, karena pengguna harus menekan tombol alih-alih menggunakan perintah suara.

Selain itu, Shevelenko menuding Google menekan mitra manufaktur ponsel agar enggan bermitra dengan Perplexity, lantaran khawatir kehilangan pembagian pendapatan dari Google.

Di sisi lain, Yahoo juga mengungkapkan kesiapannya untuk membeli Chrome. Brian Provost mengatakan Yahoo, yang kini dimiliki Apollo Global Management, melihat Chrome sebagai “pemain strategis terpenting di web”, dengan nilai potensi akuisisi mencapai puluhan miliar dolar. Sejak diakuisisi Apollo pada 2021, Yahoo memang tengah berupaya membangun kembali bisnis pencariannya, termasuk mengembangkan browser sendiri.

Sementara itu, OpenAI, pengembang ChatGPT, juga serius ingin membeli Chrome. Nick Turley, Kepala ChatGPT, mengungkapkan bahwa dengan mengakuisisi Chrome, OpenAI bisa menawarkan pengalaman browser berbasis AI sepenuhnya. Turley juga menyebut bahwa Google pernah menolak permintaan OpenAI untuk mengakses data pencarian real-time, yang dinilai menghambat pengembangan SearchGPT mereka.

Turley menambahkan bahwa kekuatan finansial Google, termasuk kesepakatan dengan Samsung dan Apple, memperkuat dominasi mereka di pasar, sehingga mempersempit ruang inovasi untuk pesaing.

Departemen Kehakiman AS berharap bahwa pemisahan Chrome dan penghentian kontrak eksklusif Google dengan produsen perangkat akan menciptakan pasar yang lebih terbuka dan kompetitif. Langkah-langkah seperti mewajibkan lisensi data pencarian kepada kompetitor juga diusulkan untuk membatasi dominasi Google.

Di sisi lain, Google memperingatkan bahwa sanksi semacam itu bisa merugikan konsumen dan melemahkan inovasi teknologi AS secara global. Keputusan akhir pengadilan terkait nasib Chrome dan sanksi terhadap Google dijadwalkan diumumkan pada Agustus 2025.

You Might Also Like

Selamat Datang “Ijazah Blockchain”

Pink Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia pada 2 April 2026

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

GAK ADA REM! Dedi Sitorus Ngomong HAM, Netizen Balik “Hajar”: Munir dan Theys Mana?!

TAGGED: Amerika Serikat, Chrome milik Google, Google Chrome terancam dijual, Yahoo
M. Khamdi 29 April 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article 5 Penyebab Kenapa Play Store Gagal Download, Ini Solusinya!
Next Article Chat dengan Senior: Tantangan Gen Z di Dunia Kerja Digital
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?