JAKARTA: WhatsApp terus berinovasi untuk menjaga keamanan dan privasi penggunanya. Aplikasi perpesanan populer ini baru saja memperkenalkan perubahan besar terkait penyimpanan media di kolom obrolan. Dalam versi beta terbaru untuk Android, WhatsApp kini membatasi pengunduhan otomatis foto dan video yang dikirimkan, baik di chat pribadi maupun grup.
Selama ini, pengguna WhatsApp bisa dengan mudah mengatur agar semua media yang diterima langsung tersimpan di galeri ponsel, baik secara manual maupun otomatis. Namun, lewat pembaruan ini, pengirim pesan dapat memilih untuk membatasi penerima dalam menyimpan foto atau video ke perangkat mereka. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya WhatsApp memperketat kontrol pengguna atas data pribadi mereka.
Mengutip laporan GSM Arena pada Senin, 7 April 2025, pembaruan ini diibaratkan sebagai perluasan dari fitur pesan menghilang atau disappearing messages. Bedanya, kini WhatsApp memperluas prinsip tersebut ke dalam format media seperti gambar dan video, membuatnya lebih sulit untuk diunduh atau disimpan tanpa izin.
Selain itu, fitur baru ini membawa perubahan pada sistem ekspor percakapan. Jika pengaturan privasi lanjutan diaktifkan, pengguna akan dibatasi dalam mengekspor seluruh riwayat chat. Meski begitu, WhatsApp memastikan bahwa opsi forward atau meneruskan pesan tetap tersedia.
Tak hanya itu, lewat fitur advanced chat privacy, pengguna juga bisa membatasi penggunaan layanan Meta AI dalam percakapan. Ini berarti, pengguna yang mengutamakan privasi tinggi dapat menghindari interaksi yang melibatkan kecerdasan buatan dari perusahaan induk WhatsApp.
Pembaruan terkait pengaturan media ini masih dalam tahap pengembangan dan baru tersedia untuk sejumlah pengguna beta. WhatsApp berencana untuk meluncurkannya secara bertahap dalam waktu dekat. Agar dapat menggunakan fitur ini, pengguna harus mengaktifkannya secara manual melalui pengaturan aplikasi.
Langkah terbaru WhatsApp ini menegaskan komitmen mereka untuk memberikan lebih banyak kontrol kepada pengguna atas data pribadi mereka, sekaligus menjaga pengalaman berkirim pesan tetap aman dan nyaman di tengah maraknya kekhawatiran soal privasi digital.

