Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Indonesia Siap Kembangkan Kecerdasan Buatan Seperti ChatGPT dan DeepSeek
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Indonesia Siap Kembangkan Kecerdasan Buatan Seperti ChatGPT dan DeepSeek
NewsTech News

Indonesia Siap Kembangkan Kecerdasan Buatan Seperti ChatGPT dan DeepSeek

Last updated: Sabtu, 22 Februari 2025, 2:18 PM
By M. Khamdi
Share
4 Min Read
SHARE

JAKARTA: Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pentingnya bagi Indonesia untuk mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) seperti DeepSeek dan ChatGPT. Ia menilai bahwa Indonesia memiliki sumber daya dan talenta digital yang cukup untuk membangun teknologi serupa.

Contents
Empat Pilar Digitalisasi IndonesiaTarget Integrasi Govtech pada Agustus 2025

“Saya kira ini penting. Orang bicara DeepSeek, kenapa kita tidak studi mengenai itu? Tidak selalu mahal, harga itu bisa,” ujar Luhut dalam acara The Economic Insights 2025 di Jakarta.

Luhut optimistis bahwa Indonesia mampu mengembangkan teknologi AI secara mandiri, mengingat berbagai aplikasi digital yang telah sukses dikembangkan oleh talenta lokal. Beberapa contoh nyata yang telah digunakan luas antara lain PeduliLindungi, Simbara, serta e-katalog yang membantu efisiensi sistem pemerintahan dan layanan publik. Dengan keberhasilan ini, ia yakin Indonesia tidak kalah dengan negara lain dalam hal inovasi digital.

“Masa hanya China dan Amerika Serikat saja yang bisa?” tandasnya.

Empat Pilar Digitalisasi Indonesia

Luhut menjelaskan bahwa DEN telah menyusun empat pilar utama dalam upaya digitalisasi layanan pemerintah atau yang disebut sebagai government technology (govtech). Keempat pilar ini dirancang untuk memperkuat tata kelola negara melalui pemanfaatan teknologi canggih.

  1. Optimalisasi Penerimaan Negara
    Pilar pertama berfokus pada peningkatan penerimaan negara, baik dari pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Salah satu sistem yang digunakan adalah Coretax, yang bertugas mengoptimalkan pendapatan pajak, serta Simbara, yang mengelola penerimaan dari sektor mineral dan batu bara.
  2. Efisiensi Belanja Negara
    Pilar kedua bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengeluaran negara melalui sistem e-catalogue versi 6.0. Sistem ini memiliki fitur baru seperti pengawasan real-time, integrasi lintas kementerian dan lembaga, analisis kebutuhan otomatis, serta evaluasi vendor berbasis data. Dengan demikian, belanja negara bisa lebih transparan, tepat sasaran, dan bebas dari pemborosan.
  3. Peningkatan Pelayanan Publik
    Digitalisasi juga diterapkan dalam layanan publik seperti administrasi kependudukan, pembuatan SIM, paspor, serta sektor pendidikan dan kesehatan. Dengan sistem digital yang lebih efisien, masyarakat bisa mendapatkan layanan dengan lebih cepat dan mudah tanpa harus menghadapi birokrasi yang berbelit-belit.
  4. Kemudahan Berusaha
    Pilar terakhir adalah meningkatkan kemudahan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS). Sistem ini dirancang untuk mempermudah perizinan usaha dan investasi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.

Target Integrasi Govtech pada Agustus 2025

Luhut menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki visi besar untuk mempercepat transformasi digital di pemerintahan. Salah satu target utama yang ingin dicapai adalah integrasi govtech secara menyeluruh pada Agustus 2025. Dengan adanya sistem yang terintegrasi, diharapkan seluruh layanan pemerintah dapat berjalan lebih efisien dan transparan.

Langkah besar ini sejalan dengan perkembangan teknologi global yang semakin pesat. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan digitalisasi, Indonesia diharapkan dapat bersaing dengan negara-negara maju dalam bidang teknologi.

“Inovasi ini bukan sekadar mimpi, tapi sesuatu yang bisa kita wujudkan jika kita benar-benar serius,” ujar Luhut.

Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan bahwa infrastruktur digital dan sumber daya manusia yang ada dapat mendukung percepatan transformasi ini. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam pengembangan teknologi AI dan digitalisasi layanan publik.

Dengan ambisi besar ini, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem kecerdasan buatan global. Transformasi digital yang digagas DEN ini bisa menjadi tonggak baru dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

You Might Also Like

Selamat Datang “Ijazah Blockchain”

Pink Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia pada 2 April 2026

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

GAK ADA REM! Dedi Sitorus Ngomong HAM, Netizen Balik “Hajar”: Munir dan Theys Mana?!

TAGGED: DeepSeek dan ChatGPT, Luhut Binsar Pandjaitan, sistem kecerdasan buatan (AI), talenta digital
M. Khamdi 22 Februari 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Kesempatan Emas Bekerja di Jepang untuk Tenaga Kesehatan dengan Program G to G
Next Article WhatsApp Hadirkan Fitur Scan Dokumen, Tak Perlu Aplikasi Tambahan!
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?