Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: PMK Kembali Mencuat, Apa Langkah Pemerintah dan Peternak Sapi?
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » PMK Kembali Mencuat, Apa Langkah Pemerintah dan Peternak Sapi?
NewsPublik

PMK Kembali Mencuat, Apa Langkah Pemerintah dan Peternak Sapi?

Last updated: Senin, 6 Januari 2025, 2:33 PM
By M. Khamdi
Share
3 Min Read
SHARE

BONDOWOSO, Jawa Timur – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi kembali mencuat di beberapa wilayah Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso, tercatat sebanyak 156 kasus PMK dalam tiga bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, 98 ekor sapi dilaporkan masih sakit, 56 ekor berhasil sembuh, sementara dua ekor lainnya mati akibat penyakit tersebut.

Kabupaten Bondowoso sendiri memiliki total populasi sapi sebanyak 175.368 ekor. Hingga saat ini, sebanyak 90.149 ekor sapi atau sekitar 62,18 persen dari total populasi telah mendapatkan vaksin PMK. Namun, meskipun vaksinasi telah dilakukan, kemunculan kembali kasus PMK berdampak signifikan terhadap harga sapi di pasaran. Dalam beberapa pekan terakhir, harga sapi dilaporkan turun hingga 20 persen, yang menjadi kekhawatiran bagi para peternak.

Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono B.Eng, mengonfirmasi bahwa subsidi untuk vaksinasi PMK memang telah dihapus. Namun, ia memastikan bahwa pemerintah tetap mengalokasikan vaksin PMK sebanyak empat juta dosis dengan anggaran yang tersedia. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Festival Durian Nusantara di Alun-alun Ki Bagus Asra pada Minggu (5/1/2025) malam.

“Dengan anggaran yang ada, kami tetap mengalokasikan sebanyak empat juta dosis vaksin PMK,” jelas Sudaryono. Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua ternak akan mendapatkan vaksin secara gratis. Sudaryono berharap peternak bisa secara mandiri membeli vaksin untuk ternaknya dengan harga yang cukup terjangkau, yakni berkisar antara Rp17 ribu hingga Rp25 ribu per dosis.

“Biayanya tidak terlalu besar,” ujarnya. Ia juga mendorong para peternak untuk berkontribusi dalam melindungi ternak mereka dengan menyisihkan sebagian anggaran untuk vaksinasi. “Saya harap para peternak dapat mengalokasikan dana, bahkan jika hanya setara dengan harga sebungkus rokok, untuk memastikan ternak mereka terlindungi dari PMK,” tambahnya.

Sudaryono menekankan pentingnya peran aktif para peternak dalam mengendalikan wabah PMK. Selain vaksinasi, ia juga mendorong para peternak untuk menjaga kebersihan kandang serta melakukan pengawasan ketat terhadap kesehatan ternak mereka. Upaya ini diharapkan dapat membantu mencegah penyebaran PMK yang lebih luas, sekaligus mengurangi kerugian ekonomi akibat penurunan harga sapi.

Kemunculan kembali PMK di Jawa Timur, termasuk Bondowoso, menjadi tantangan besar bagi sektor peternakan. Selain menekan produksi dan pendapatan peternak, wabah ini juga berpotensi memengaruhi kestabilan pasokan daging sapi di daerah tersebut. Pemerintah dan para peternak diharapkan dapat terus bekerja sama dalam mengatasi permasalahan ini demi keberlanjutan sektor peternakan di Indonesia.

You Might Also Like

Pink Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia pada 2 April 2026

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

GAK ADA REM! Dedi Sitorus Ngomong HAM, Netizen Balik “Hajar”: Munir dan Theys Mana?!

Teknologi Blockchain Efektif untuk Pemberantasan Korupsi

TAGGED: penyakit mulut dan kuku, PMK, PMK gelombang kedua, Wakil Menteri Pertanian, Wamentan Sudaryono
M. Khamdi 6 Januari 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Perlu Batas Maksimal Koalisi Partai untuk Pilpres agar Ada Keseimbangan Politik
Next Article PSSI Pecat Shin Tae-yong: Inilah Alasan dan Latar Belakang Keputusan Itu…
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?