JAKARTA (Sketsa.co) — Hendardi, Ketua Dewan Nasional Setara Institute, menilai pengisian jabatan menteri dan wakil menteri serta dua pejabat Dewan Pertimbangan Presiden menjadi salah satu reshuffle dan peragaan politik terburuk Presiden Jokowi di ujung masa jabatannya.
Menurut dia, bukannya mencari sosok menteri yang kompeten dan berintegritas sebagai antitesis pejabat sebelumnya, Jokowi justru menunjuk sosok yang tidak punya kapasitas dan jejak rekam di bidang yang dibutuhkan oleh Kemenkominfo.
“Sosok-sosok pengisi jabatan baru itu adalah orang-orang Jokowi yang menjadi kepanjangan tangan Jokowi mewujudkan kehendak-kehendak pribadi dan kelompoknya. Bukan juga representasi partai koalisi yang didiskusikan secara sehat,” ungkap Hendardi dalam keterangan pers tertulis, Selasa (18/7).
Pada Senin (17/7), Presiden Jokowi melantik Menkominfo Budi Arie Setiadi, Wakil Menkominfo Nezar Patria, Wamendes Paiman Raharjo, Wamenlu Pahala Mansury, Wamen BUMN Roslan Roeslani, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, dan dua Wantimpres Djan Faridz serta Gandi Sulistyanto.
Baca juga: Saat Prabowo-Erick dalam “Asuhan” Jokowi
Dia menilai reshuffle ini bukan ditujukan untuk memanfaatkan sisa waktu menjalankan mandat membangun keadilan dan kesejahteraan rakyat, tetapi lebih menyerupai konsolidasi kapital dan infrastruktur politik untuk pemilu sebagai jembatan kekuasaan bagi kelompok asuhan Jokowi, termasuk melindungi kepentingan politik keluarga Jokowi.
“Hak prerogatif yang melekat pada seorang Jokowi telah dijalankan secara prosedural, secara absah tetapi tidak membawa manfaat bagi republik, padahal hak itu melekat dan diperoleh melalui suara publik dalam pemilu,” katanya.
Menurut Hendardi, Jokowi tidak hanya sedang sibuk menyiapkan anak-anaknya untuk melanjutkan banyak kehendak kekuasaan, tetapi juga menyiapkan kelompok asuhan lintas parpol yang bisa dijadikan pelindung setelah habis masa jabatannya.
“Jokowi merasa menjadi sentrum kontestasi politik 2024, padahal kepemimpinan dan kekuasaannya semakin rapuh dan melampaui berbagai fatsoen politik,” ujarnya.

