JAKARTA (Sketsa.co) — Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin mengaku tidak menutup kemungkinan bakal mendukung capres PDIP Ganjar Pranowo dengan syarat kalau berani membongkar kasus KM 50 dan juga menyatakan diri sudah bertobat.
“Prinsipnya saya pribadi dukung capres manapun selama ia berani membongkar dan memperjuangkan kasus KM 50, termasuk Anies Baswedan dan Ganjar,” kata Novel dalam keterangannya, Sabtu (10/6).
Khusus untuk Ganjar, lanjut Novel, ia menantang Ganjar tidak akan melanjutkan kesalahan di pemerintahan sebelumnya yang getol mengkriminalisasi ulama dan juga mendukung penista agama.
“Kalau Ganjar bertobat mengakui kesalahannya telah salah dan berdosa karena suka nonton bokep, juga tidak ngadu ayam, melawan PKI gaya baru, tidak mengkriminalisasi ulama dan tidak mendukung penista agama serta berani menangkap para penista agama dan juga tidak tunduk kepada oligarki, maka bisa saja saya pilih Ganjar,” katanya.
Novel pun menyerukan Umat Islam tidak tertipu dengan kedok label partai Islam yang malah mendukung penista agama. “Buat saya tidak mau tertipu oleh simbol karena partai islam malah dukung penista agama dan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP),” ujarnya.
Prabowo
Sebelumnya, Novel Bamukmin menyebut Prabowo Subianto sebagai salah satu sosok yang cocok memperjuangkan suara umat Islam pada Pilpres 2024.
Sebagai seseorang yang berlatar belakang militer, Novel yang juga anggota advokat ACTA, itu yakin Prabowo punya keberanian serta power agar bisa menjerat para oknum aparat tingkat atas pada insiden pembantaian laskar FPI di KM 50.
“Siapa lagi kalau bukan Prabowo Subianto, yang mana kadernya telah jelas terjun langsung menangani kasus KM 50 di antaranya Bang Fadli Zon dan Ustaz Romo,” kata Novel kepada wartawan, Kamis (8/6).
Baca juga: Demokrat Sambut Baik Ajakan Dialog PDIP, Puan Segera Ketemu AHY
Sementara untuk sosok lain yang disebut dekat dengan PA 212, yakni Anies Baswedan, Novel mengaku pesimistis.
“Anies Baswedan justru sedang menghadapi penjegalannya sebagai capres sehingga untuk membawa dirinya lepas dari penjegalan adalah hal yang sulit apalagi untuk bisa berkomitmen membongkar kasus KM 50,” ujarnya.
Namun, Novel mengakui bahwa PA 212 sampai saat ini belum menentukan pilihan untuk sosok yang didukung pada Pilpres 2024.
Menurut dia, PA 212 bersama umat Islam akan tunduk pada hasil ijtimak ulama nanti yang digelar setelah pendaftaran capres-cawapres di KPU.

