JAKARTA: Spotify kembali menghadirkan terobosan yang menarik dalam dunia musik digital. Setelah meluncurkan fitur AI Playlist dalam versi beta tahun lalu, kini perusahaan streaming musik asal Swedia ini memperluas jangkauannya ke lebih dari 40 pasar baru di berbagai belahan dunia — mulai dari Afrika, Asia, Eropa, hingga Karibia. Sayangnya, Indonesia belum termasuk dalam daftar negara yang mendapatkan akses ke fitur canggih ini.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip pada Senin, 28 April 2025, Spotify menjelaskan bahwa fitur ini dirancang khusus untuk pengguna premium yang ingin menciptakan playlist berdasarkan ide kreatif dan suasana hati mereka. Hanya dengan mengetikkan frasa seperti “musik santai untuk piknik sore di taman” atau “lagu-lagu rock 90-an buat semangat kerja,” pengguna dapat memperoleh kurasi lagu personal yang relevan dengan permintaan mereka.
“Fitur ini adalah bentuk baru dalam mengekspresikan diri melalui musik. Kami ingin membantu pengguna menemukan lagu baru dan memperkuat hubungan antara artis dan pendengar,” tulis Spotify dalam keterangan tertulisnya. Sejak peluncuran awalnya, jutaan playlist telah tercipta melalui fitur ini, membuktikan antusiasme tinggi dari komunitas pengguna premium.
Untuk mengakses AI Playlist, pengguna cukup membuka tab Your Library, mengetuk ikon “+” di kanan atas, lalu memilih “AI Playlist.” Alternatif lain, pengguna juga bisa mencarinya melalui tab Search. Spotify akan memproses permintaan dan menyusun daftar lagu sesuai preferensi dan konteks emosi atau genre yang diminta.
Menariknya, pengguna juga bisa menyempurnakan hasil playlist. Misalnya, jika daftar lagu terasa terlalu pelan, pengguna bisa meminta versi yang lebih upbeat atau menyisipkan preferensi tertentu seperti “lagu dari artis perempuan saja” atau “hanya lagu dengan tempo cepat.” Spotify menyarankan agar pengguna membuat perintah sejelas mungkin, baik berdasarkan genre, mood, hingga artis tertentu.
Meski masih berstatus beta, Spotify menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan fitur AI Playlist ini agar semakin relevan dan responsif terhadap kebutuhan pendengar. “Kami akan terus menyempurnakan AI Playlist untuk melayani pendengar kami dengan lebih baik dan membawa fitur ini ke lebih banyak pengguna di seluruh dunia,” ujar perwakilan Spotify.
Adapun negara-negara yang kini telah mendapatkan akses ke fitur ini meliputi Australia, Kanada, Filipina, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, Nigeria, Ghana, Afrika Selatan, dan lebih dari 30 negara lainnya.
Dengan perluasan ini, tampaknya Spotify mulai serius memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan pengalaman personalisasi musik. Sementara itu, pengguna di Indonesia harus sedikit bersabar — semoga dalam waktu dekat, fitur AI Playlist ini juga segera hadir di Tanah Air.

