JAKARTA (Sketsa.co) – Sudah tiga tahun berjalan dunia dilanda pandemi Covid-19 yang mengerikan. Hal ini membawa perubahan besar bukan hanya dalam hal layanan kesehatan, tetapi nyaris semua aspek kehidupan manusia.
Memang pandemi Covid-19 perlahan mulai melemah. Kehidupan perlahan-lahan mulai pulih kembali. Tetapi tetap saja banyak perubahan yang telah terjadi. Tekanan inflasi dan masalah ketidakpastian ekonomi global membayangi pemulihan akibat pandemi.
Menurut CNBC Woman at Work Survey, Kamis (2/3/2023), yang melakukan survei pada Februari 2023 terhadap 10.278 orang dan 5.000 di antaranya adalah wanita; menghasilkan data yang penting, yaitu bahwa akibat pandemi Covid-19 ini kondisi penurunan ekonomi global berdampak terhadap pekerja wanita.
Sekitar 46% pekerja wanita mengatakan bahwa penurunan kondisi ekonomi ini belum mendorong perubahan di tempat kerjanya; 27% mengatakan dalam tiga tahun terakhir jam kerja di kantor semakin lama. Sementara itu, rasa takut akan resesi telah mendorong 15% wanita lainnya untuk meminta kenaikan gaji, dan sisanya 10% pekerja wanita menunda untuk meminta kenaikan gaji.
Baca juga: Bank BNI Buka Lowongan Kerja untuk Teller dan Admin, Ini Syarat Lengkapnya
Sementara itu, sebanyak 2/3 wanita di antaranya mengaku telah bertahan di posisinya selama 12 bulan. Lalu 1/3 sisanya mengaku telah memutuskan berhenti dari pekerjaannya.
Adapun alasan utama dari 56% para wanita yang mempertimbangkan untuk resign adalah untuk mendapat gaji yang lebih tinggi. Sekitar 51% pilih resign untuk mengurangi stres. Kemudian yang 48% untuk keseimbangan kerja. Lalu 35% alasan resign yaitu peningkatan karir. Sisanya 13% para wanita itu hendak memulai usaha sendiri.
Data lain yang cukup mengagetkan adalah bahwa para pekerja wanita itu banyak yang melaporkan penambahan jam kerja setiap minggunya selama beberapa waktu terakhir dibandingkan setahun sebelumnya.
Ini berakibat 56% pekerja wanita itu mengalami stres hingga terganggu kesehatan mental mereka. Stres ini tidak hanya berhubungan dengan pekerjaan, tetapi juga kekhawatiran ekonomi hingga mendorong diri untuk bisa mendapatkan penghasilan lebih.
Di tengah kondisi stres dalam lingkungan kerja pasca-Covid, tingkat ambisi wanita tercatat tetap cukup konsisten dibandingkan tahun lalu. Meskipun di bawah sedikit dari tingkat pandemi awal, 48% wanita menggambarkan diri mereka sangat ambisius.

