JAKARTA (Sketsa.co) — Suatu hasil jajak pendapat mengungkapkan bahwa mayoritas warga China, Turki dan India menginginkan perang Rusia-Ukraina segera berakhir.
Sebaliknya, warga Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Inggris cenderung menghendaki melanjutkan dukungannya kepada Ukraina untuk mengalahkan Rusia.
Warga China, India, dan Turki ingin perang Ukraina-Rusia perlu segera diakhiri, meski jika itu berarti Ukraina harus menyerahkan sebagian wilayahnya kepada Rusia, seperti diwartakan scmp.com (23/2/2023).
Demikian hasil jajak pendapat yang digelar European Council on Foreign Relations/ECFR (Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri).
Pandangan mayoritas warga AS, Uni Eropa dan Inggris tentang Rusia sebagai ‘musuh’ memperlihatkan adanya ‘kesenjangan yang lebar’ dalam opini antara Barat dan seluruh dunia.
Mitra
Sebagian besar orang China memandang Rusia sebagai “mitra yang diperlukan”, ungkap sebuah jajak pendapat anyar yang dilakukan lembaga pemikir Eropa tersebut.
Menanggapi pertanyaan, “Apakah Anda lebih suka menghentikan perang atau memenangkan perang?” 42% responden di China mengatakan konflik harus dihentikan sesegera mungkin, bahkan jika itu berarti Ukraina menyerahkan kendali atas beberapa wilayah ke Rusia.
Sebagian besar responden dari India, Turki, dan Rusia juga berpandangan serupa – masing-masing dengan 54%, 48%, dan 44% persen, mendukung diakhirinya permusuhan dengan cepat.
Sebaliknya, lebih banyak orang di Uni Eropa, Inggris, dan AS mengatakan Ukraina perlu “mendapatkan kembali semua wilayahnya”, bahkan jika itu berarti “perang yang lebih lama atau lebih banyak orang Ukraina yang terbunuh dan terlantar”.
Pada pertanyaan “Mana yang paling mencerminkan pandangan Anda tentang arti Rusia bagi negara Anda?”, 79% responden China memilih opsi “sekutu, yang memiliki minat dan nilai yang sama dengan kami” atau “mitra yang diperlukan, di mana kita harus bekerja sama secara strategis”.
India dan Turki memberikan hasil yang serupa, meskipun lebih banyak orang India yang menyebut Rusia sebagai sekutu.
Namun, sebaliknya, lebih dari 70% responden dari AS, Uni Eropa, dan Inggris memiliki pandangan yang sama tentang Rusia sebagai “musuh” atau “saingan”.
Tentang mengapa Eropa dan AS berdiri di belakang Ukraina, lebih dari 40% responden China mengatakan tujuannya adalah “untuk mempertahankan dominasi Barat”.
Hasil jajak pendapat, yang dilakukan pada bulan Desember dan Januari, tersebut diterbitkan saat dunia bersiap menandai satu tahun sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022.

