Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Mengenal Go Tik Swan, Maestro Batik Klasik Jawa
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Mengenal Go Tik Swan, Maestro Batik Klasik Jawa
Historia

Mengenal Go Tik Swan, Maestro Batik Klasik Jawa

Saat ini, batik klasik Go Tik Swan masih diproduksi di Tanah Air oleh perajin batik tulis terampil yang meneruskan tradisi bentuk seni yang indah ini.

Last updated: Sabtu, 25 Maret 2023, 2:25 PM
By Siti Mutawaliah
Share
2 Min Read
Go Tik Swan alias KRT Hardjonagoro. (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Batik klasik karya maestro batik Go Tik Swan alias Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Hardjonagoro adalah salah satu jenis batik tradisional yang memiliki cita rasa seni dan estetika tinggi.

Go Tik Swan, pria kelahiran 11 Mei 1931 di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, itu berasal dari keluarga priyayi berdarah Tionghoa. Sejak kecil,  Go Tik Swan sangat terpesona dan mencintai seni budaya Jawa, termasuk tari-tarian Jawa. Menginjak dewasa, dia mulai menekuni seni batik tulis tradisional Jawa yang berakar dari Keraton Surakarta Hadiningrat.

Nama KRT Hardjonagoro diberikan oleh Raja Keraton Surakarta (Solo) kepada Go Tik Swan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas pengabdian dan dedikasinya yang tinggi terhadap seni budaya Jawa, terkhusus batik klasik.

Desain Rumit

Batik klasik karya Go Tik Swan dikenal dengan desainnya yang rumit dan perhatian terhadap detail. Selain desain yang rumit, batik karya Go Tik Swan menggunakan pewarna alami seperti indigo dan coklat soga.

Jenis batik ini sangat dihargai karena keindahan dan kerumitannya, dan sering dipakai pada acara-acara resmi seperti pernikahan dan perayaan lainnya. Rancangan rumit batik klasik Go Tik Swan terinspirasi dari alam dan motif tradisional Jawa, seperti pola parang, truntum, dan kawung.

Saat ini, batik klasik Go Tik Swan masih diproduksi di Tanah Air oleh perajin batik tulis terampil yang meneruskan tradisi bentuk seni yang indah ini.

Baca juga: Tips Sukses Berbisnis Modal di Bawah Rp 5 Juta

Menghembuskan nafas terakhir pada 3 November 2008 dalam usia 77 tahun, Go Tik Swan yang tak mempunyai keturunan, menetapkan orang-orang kepercayaannya, yakni pasangan suami-istri Hardjosoewarno dan Supiyah, sebagai ahli warisnya.

Keduanya  diberi hak dan tanggung jawab untuk merawat serta melestarikan harta kekayaan Hardjonagoro, termasuk koleksi kain batik klasik dan tosan aji seperti besalen keris yang berada di Ndalem Hardjonagaran, Notosuman, Solo.

 

You Might Also Like

Tentang Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Fadli Zon Diminta Tidak Mencari Sensasi

Provinsi Mataraman: Babak Baru atau Perpisahan dari Jawa Timur?

Keputusan Final: PPPK 2024 Baru Diangkat Maret 2026, Ini Alasannya!

Pemekaran Kabupaten Cilacap Menuju Provinsi Banyumasan?

TAGGED: batik klasik Jawa, Go Tik Swan, KRT Hardjonagoro, Tionghoa Indonesia
Siti Mutawaliah 25 Maret 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Tips Sukses Berbisnis Modal di Bawah Rp 5 Juta
Next Article Koalisi Perubahan Terbentuk, Anies Melenggang ke Arena Pilpres 2024
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?