JAKARTA: Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bikin heboh! Kali ini, dia menawarkan jalur cepat buat jadi warga negara AS dengan harga fantastis: 5 juta dolar AS atau sekitar Rp 82 miliar! Yup, sekarang nggak cuma ada green card, tapi juga ada “gold card” alias kartu emas yang bakal jadi akses eksklusif ke kewarganegaraan AS.
Dalam konferensi pers di Kantor Oval, Selasa (25/2/2025), Trump mengumumkan rencana ini dengan penuh percaya diri. Menurutnya, kartu emas ini bukan cuma soal imigrasi, tapi juga strategi ekonomi. “Banyak orang mau tinggal di AS, mereka bisa bekerja, menciptakan lapangan kerja, dan membangun bisnis. Ini buat mereka yang punya uang,” ujarnya, seperti dikutip AFP.
Nggak main-main, Trump menargetkan bisa menjual hingga 1 juta kartu emas ini! Kalau semua terjual, AS bakal kebanjiran dana segar yang bisa dipakai untuk menambal defisit negara. “Dari segi hukum, semuanya sudah beres. Kami siap mulai penjualan dalam dua minggu ke depan,” tambahnya.
Meski begitu, Trump menegaskan bahwa nggak semua orang bisa dapetin gold card ini begitu saja. Ada seleksi ketat buat memastikan cuma orang-orang tertentu yang bisa lolos. Tapi ketika ditanya apakah orang kaya Rusia bisa beli juga, Trump santai menjawab, “Mungkin saja. Saya kenal beberapa oligarki Rusia yang baik. Mereka mungkin tidak sekaya dulu, tapi saya rasa mereka mampu bayar 5 juta dolar.”
Sontak, pernyataan ini langsung jadi perbincangan panas! Apalagi, sejak tiga tahun lalu, banyak oligarki Rusia yang kena sanksi berat dari Barat gara-gara invasi Rusia ke Ukraina. Trump sendiri belakangan juga bikin geger Eropa karena tiba-tiba membuka negosiasi dengan Rusia untuk mengakhiri perang. Bahkan, dia nggak menutup kemungkinan suatu hari nanti bakal mencabut sanksi terhadap Rusia, meskipun saat ini belum masuk agenda.
Di sisi lain, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, yang ikut mendampingi Trump dalam konferensi pers, bilang bahwa keuntungan dari penjualan gold card ini bisa sangat membantu ekonomi negara. Trump yang memang terkenal dengan bisnis propertinya pun sempat bercanda soal ide menamakan kartu ini dengan namanya sendiri. “Ada yang bilang, ‘Bisakah kita sebut ini Trump Gold Card?’ Saya jawab, ‘Kalau itu bisa bantu penjualan, pakai saja nama saya!’,” katanya sambil tertawa.
Rencana ini jelas menuai pro dan kontra. Di satu sisi, para pengusaha kaya bisa melihat ini sebagai peluang emas buat masuk ke AS lebih mudah. Tapi di sisi lain, banyak yang mengkritik bahwa ini cuma cara lain buat menjual kewarganegaraan kepada yang punya uang, sementara imigran biasa tetap harus berjuang bertahun-tahun untuk mendapat izin tinggal.
Jadi, apakah gold card ini bakal jadi game-changer atau justru bikin kontroversi lebih besar? Kita tunggu aja gebrakan selanjutnya dari Trump!

