Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Bank-Bank Besar Ramai Terbitkan Obligasi: Strategi Baru Hadapi Ketatnya Likuiditas
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Bank-Bank Besar Ramai Terbitkan Obligasi: Strategi Baru Hadapi Ketatnya Likuiditas
Ekonomi BisnisFinansial

Bank-Bank Besar Ramai Terbitkan Obligasi: Strategi Baru Hadapi Ketatnya Likuiditas

Last updated: Kamis, 12 Juni 2025, 6:00 PM
By M. Khamdi
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA: Sejumlah bank besar di Indonesia sedang bersiap menerbitkan obligasi dalam waktu dekat, menyusul ketatnya likuiditas yang kian terasa di sektor keuangan. Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk memperluas sumber pendanaan, sekaligus menunjukkan komitmen pada pembiayaan berkelanjutan.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rasio loan to deposit (LDR) perbankan per Maret 2025 menyentuh angka 87,95%, naik tipis dari posisi 87,93% di Januari dan Februari. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK)—yang merupakan salah satu sumber utama dana bank—terus menunjukkan tren perlambatan. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan DPK pada April hanya 4,4% secara tahunan (YoY), turun dari 4,7% di bulan sebelumnya, dan jauh lebih rendah dibanding 5,3% pada Januari.

Merespons situasi tersebut, lima bank telah mengumumkan rencana penerbitan obligasi: PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Taspen, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Menariknya, sebagian besar dari obligasi ini mengusung misi keberlanjutan dengan tema lingkungan dan sosial.

BSI dan BRI misalnya, akan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan (green bond) dan sosial. BSI dan BRI masing-masing menargetkan dana hingga Rp 5 triliun, sedangkan OCBC dan Mandiri Taspen mengincar Rp 1,5 triliun. Sementara BNI berencana menerbitkan obligasi baru untuk melunasi green bond senilai Rp 4 triliun yang akan jatuh tempo 21 Juni mendatang.

Menurut Arianto Muditomo, pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran, tren ini mencerminkan dua hal: pertama, diversifikasi pendanaan untuk mendukung ekspansi bank, dan kedua, meningkatnya komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan. Namun, Arianto juga mengingatkan bahwa perlambatan pertumbuhan DPK mencerminkan perubahan preferensi masyarakat yang kini lebih condong ke instrumen investasi lain.

Senada, Piter Abdullah dari Segara Research Institute menilai bahwa bank kini memang membutuhkan alternatif pendanaan, namun ia menegaskan bahwa tekanan likuiditas belum terlalu mengkhawatirkan. “Yang lebih menentukan justru arah suku bunga,” katanya.

Di sisi lain, BNI melalui Sekretaris Perusahaannya, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa penerbitan obligasi merupakan bagian dari strategi mendiversifikasi pendanaan sekaligus memperkuat portofolio keberlanjutan. “Sebagian besar dana sebelumnya telah digunakan untuk proyek ramah lingkungan seperti transportasi hijau, gedung efisien energi, serta pengolahan limbah,” ujar Okki. Dari total dana Rp 4,36 triliun yang telah disalurkan, 70% difokuskan pada proyek yang masuk dalam Kategori Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL).

Tak hanya itu, BRI pun akan menggunakan dananya untuk mendukung kegiatan sosial seperti penyediaan perumahan terjangkau dan penciptaan lapangan kerja, sementara OCBC dan Mandiri Taspen menyiapkan dananya untuk memperkuat ekspansi kredit jangka panjang.

Dengan tren ini, penerbitan obligasi oleh perbankan nasional tampaknya tidak hanya menjadi jawaban atas tantangan likuiditas, tetapi juga menjadi medium penting dalam mendorong agenda keberlanjutan ekonomi Indonesia.

You Might Also Like

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN

Apa Kabar Industri Kripto Iran

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.

TAGGED: bank terbitkan obligasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio loan to deposit (LDR)
M. Khamdi 12 Juni 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Kabar Gembira! BSU Juni–Juli 2025 Cair, Pekerja Terima Rp600.000 Langsung ke Rekening
Next Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?