PEKALONGAN: Sebagai pusat kolaborasi yang mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Rumah BUMN BRI Pekalongan terus berperan aktif dalam memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Hingga Desember 2024, program ini telah membantu lebih dari 1.000 UMKM dari Pekalongan dan sekitarnya untuk memperkenalkan produknya di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif seperti pameran dan acara business matching yang strategis.
Salah satu agenda besar di penghujung tahun 2024 adalah partisipasi 15 UMKM dari Pekalongan dalam acara BRI UMKM Expo(RT). Event ini dirancang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. Noviyanti, selaku Fasilitator Rumah BUMN BRI Pekalongan, menjelaskan bahwa produk unggulan seperti makanan ringan “Snack Mak Juara” dan kerajinan tangan dari “Mara Collection” telah berhasil menarik perhatian pasar yang lebih luas. “Acara ini menjadi peluang emas bagi UMKM untuk meningkatkan eksposur dan memperluas jaringan bisnis,” ungkapnya.
Batik, sebagai ikon budaya khas Pekalongan, tetap menjadi salah satu produk unggulan yang mendominasi pasar. Namun, Rumah BUMN BRI juga mendorong diversifikasi produk lokal lainnya, seperti tenun, kerajinan tangan, dan kuliner khas daerah. Langkah ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar global sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal dalam berbagai bentuk produk.
Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program ini. Rumah BUMN BRI Pekalongan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas bisnis, untuk memperluas akses pasar bagi UMKM. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Sigit Priyanto, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. Menurutnya, fasilitasi yang diberikan oleh Rumah BUMN BRI sangat strategis dalam mendorong UMKM lokal untuk menembus pasar internasional. “Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi UMKM, tetapi juga mendukung peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global,” jelas Sigit.
Tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, program Rumah BUMN BRI juga memperkuat ekosistem kolaborasi antara pelaku usaha. Dengan dukungan fasilitas dan pendampingan yang komprehensif, UMKM lokal kini memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang secara optimal. Upaya ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam meningkatkan indeks logistik nasional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Keberadaan Rumah BUMN BRI Pekalongan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara BUMN dan UMKM mampu menciptakan dampak signifikan bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui peran sebagai katalis perubahan, Rumah BUMN terus membuka jalan bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh, bersaing, dan berinovasi di pasar global.
Program ini tidak hanya membantu UMKM meningkatkan kualitas dan daya saing produk, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Dengan pendekatan kolaboratif yang terus dikembangkan, Rumah BUMN BRI Pekalongan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak UMKM unggulan yang siap mengharumkan nama Indonesia di pasar dunia.

