GOWA, Sulsel: Cimory Dairyland kini hadir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi cabang kesembilan di Indonesia. Lokasi ini memiliki keunikan tersendiri, karena merupakan satu-satunya cabang Cimory di luar Pulau Jawa. Selain itu, tempat ini dianggap memiliki pemandangan terindah di antara seluruh cabang Cimory. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, dalam acara trial opening Cimory Dairyland. Hal ini juga diamini oleh Bambang Sutantio, pemilik Cimory.
Bupati Adnan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas peresmian destinasi wisata ini. Ia juga menegaskan bahwa daya tarik utama Cimory Dairyland Gowa adalah keindahan alamnya yang luar biasa. “Saya menggaransikan ini sebagai lokasi dengan pemandangan paling cantik dari seluruh Cimory lainnya di Indonesia,” katanya. Tempat ini menjadi destinasi wisata keempat yang diresmikan di Gowa setelah Sierra Sky View, Kampung Eropa, serta fasilitas hotel dan villa.
Adnan menambahkan bahwa Cimory Dairyland akan menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat, khususnya pada akhir pekan. Sebagai informasi, sekitar 40 persen masyarakat Gowa bekerja dan membelanjakan uangnya di Makassar pada hari kerja. Namun, dengan kehadiran destinasi wisata baru seperti Cimory, Gowa dapat menarik masyarakat untuk menghabiskan waktu dan uangnya di daerah ini. “Di akhir pekan, masyarakat akan mencari lokasi wisata untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Dengan alam Gowa yang indah, kita memiliki daya tarik tersendiri,” ujarnya. Adnan berharap pengembangan destinasi wisata ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
Selain menjadi magnet wisata, Cimory Dairyland juga memberikan manfaat ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja. Menurut Bambang Sutantio, lokasi ini telah merekrut 130 tenaga kerja lokal. Hal ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat sekitar. “Kami percaya bahwa Gowa memiliki peluang besar untuk investasi, terutama dengan pemandangan alamnya yang luar biasa. Kondisi yang kondusif dan potensi alam Gowa menjadi daya tarik utama bagi investor,” jelas Bambang.
Hadirnya Cimory Dairyland juga memacu potensi usaha lain di sekitar lokasi, seperti bisnis restoran dan fasilitas pendukung lainnya. Bambang menyebut bahwa pengusaha siap berinvestasi di daerah dengan potensi tinggi, asalkan situasinya mendukung. Dengan kehadiran Cimory, Gowa diharapkan dapat menjadi destinasi wisata unggulan, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga pengunjung dari luar daerah.
Secara keseluruhan, Cimory Dairyland di Gowa adalah lebih dari sekadar tempat wisata. Destinasi ini menawarkan keindahan alam, peluang ekonomi, dan potensi investasi yang signifikan bagi Kabupaten Gowa. Dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung investasi dan pengembangan wisata, Cimory Dairyland menjadi simbol kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

