JAKARTA (Sketsa.co) — Kinerja perekonomian Indonesia diperkirakan akan mengalami moderasi sepanjang 2023 dengan prediksi pertumbuhan di akhir tahun nanti antara 4,7%-5,0%.
Pernyataan itu disampaikan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech mewakili Presiden RI dalam H1 Global Research Briefing – 2023 Global & Indonesia Outlook, di Jakarta, Selasa (14/2/2023).
Menurut dia, langkah pemerintah menghadapi tahun ini dipenuhi rasa optimis namun tetap waspada. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan utama, contohnya yaitu bauran kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), dan Perppu Cipta Kerja.
Hal ini, kata dia, menjadi pilar menciptakan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja yang memadai, serta menjaga stabilitas keuangan dan nilai tukar.
“Seminar seperti ini bagus untuk menimbulkan kepercayaan diri dari para nasabah dan investor,” ujarnya.
Apalagi, sambungnya, untuk berinvestasi dalam green economy bagusnya dimulai dari sekarang, dan jika tidak sekarang, maka tidak akan ada kesempatan lagi. Misalnya Indonesia punya banyak potensi dalam carbon capture.
Baca juga: Airlangga: Pemulihan Ekonomi Berjalan dengan Tetap Menjaga Penanganan Pandemi
Saat ini, papar Airlangga, mood investor sudah mulai kembali untuk Indonesia. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengaturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) agar bisa disimpan minimal tiga bulan di dalam negeri.
“Sehingga ke depannya Indonesia akan punya kekuatan untuk membiayai ekonomi (dari sana),” pungkas Menko Airlangga.
Dia memaparkan situasi ekonomi dunia saat ini belum baik-baik saja karena masih rentan oleh berbagai risiko (downside risk), misalnya inflasi dan suku bunga yang masih tinggi.
Tetapi kondisi yang tidak mudah ini, kata dia, sekaligus menjadi sinyal agar semua negara mempersiapkan dan memperkuat sinergi ke depan.
Sumber: ekon.go.id

