“Terima kasih kepada relawan, kelompok civil society, serta rekan-rekan pers, khususnya dukungan dari ‘Anak Abah’ yang baru saja dideklarasikan di Blitar, Jawa Timur. Ini menunjukkan adanya kekuatan yang antidemokrasi,” ungkap Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, pada Rabu (20/11).
Menurut Hasto, PDIP bergerak berdasarkan ideologi dan dedikasi. Ia menambahkan bahwa siapa saja yang bergabung dengan PDIP berarti bergabung dalam kepentingan yang sama. PDIP juga masih menjalin komunikasi dengan Anies Baswedan, yang menurut Hasto, memiliki semangat yang serupa. “Kami berkomunikasi dengan Mas Anies terkait penindasan dalam sistem demokrasi oleh pihak tertentu, yang mendorong munculnya perlawanan,” jelas Hasto.
Sebelumnya, relawan ‘Anak Abah’ dan ‘Ahokers’ menyatakan dukungan mereka untuk pasangan Pramono-Rano dalam Pilgub Jakarta 2024. Anies Baswedan juga telah bertemu dengan Pramono Anung dan Rano Karno, dengan momen tersebut diunggah di akun Instagram ketigany