JAKARTA (Sketsa.co) — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, yakin bahwa hubungan antara calon presiden terpilih pada Pilpres 2024, Prabowo Subianto, dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sangat baik.
Menurutnya, kemungkinan besar Prabowo dan Megawati akan bertemu setelah Pemilu 2024 berakhir. “Saya yakin hubungan mereka sangat baik. Pertemuan antara Pak Prabowo dan Ibu Mega bukanlah hal yang tidak mungkin,” ujar Habiburokhman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3).
Habiburokhman menekankan bahwa hubungan antara Prabowo dan Megawati tidak akan dipengaruhi oleh orang lain. Menurutnya, hubungan kedua tokoh yang pernah berpasangan dalam Pilpres 2009 itu akan tetap baik.
“Sejarah membuktikan bahwa meskipun ada ketegangan yang besar antara pendukung Pak Jokowi dan Pak Prabowo pada 2014-2019, namun Bu Mega dan Pak Prabowo selalu dapat berkomunikasi dengan baik,” ucapnya.
“Bahkan Pak Prabowo selalu mengingatkan kami untuk tidak menyampaikan narasi yang menyerang pribadi Ibu Mega, tetapi harus menghormati beliau. Itu terjadi pada saat-saat puncak ketegangan antara pendukung keduanya pada 2014-2019. Pak Prabowo selalu menekankan betapa besar rasa hormatnya terhadap Ibu Mega,” lanjut Habiburokhman.
Baca juga: Mengapa Megawati Soekarnoputri Masih Diam?
Sebelumnya, politikus PDIP, Junimart Girsang, menyambut baik kemungkinan pertemuan antara Megawati dan Prabowo. Menurutnya, pertemuan antara keduanya memungkinkan karena mereka tidak memiliki masalah pribadi. “Mereka sudah bersahabat sejak dulu. Tidak ada masalah di antara mereka secara pribadi. Namun, untuk masalah politik, lebih baik tanyakan kepada DPP,” kata Junimart di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/3).
Junimart menegaskan bahwa dalam politik, tidak ada yang tidak mungkin. Dia percaya bahwa Megawati dan Prabowo juga menyadari pentingnya pertemuan tersebut untuk kebaikan bangsa.
Tampaknya, peluang terjadinya pertemuan Megawati-Prabowo akan menguat jika Mahkamah Konstitusi (MK) telah selesai menangani gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang diajukan baik tim paslon 01 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) maupun tim paslon 03 (Ganjar Pranowo-Mahfud MD).
Tunggu Putusan MK
Namun, itupun sangat tergantung dari hasil akhir putusan MK terhadap gugatan tersebut. Jika MK mengabulkan gugatan dengan mendiskualifikasi Gibran sebagai cawapres sehingga pilpres harus digelar ulang dengan paslon 02 Prabowo Subianto harus mengganti nama lain sebagai cawapres, kemungkinan sinyal pertemuan Megawati-Prabowo akan melemah.
Sebaliknya, jika MK menolak seluruh gugatan dan tuntutan untuk mendiskualifikasi paslon 02 sama sekali, yang sekaligus bermakna menguatkan kemenangan Prabowo-Gibran seperti yang telah ditetapkan KPU, maka rencana pertemuan Megawati-Prabowo sangat mungkin segera terlaksana.
Bagaimanapun, Megawati relatif tidak punya hambatan psikologis dan persoalan dengan Prabowo. Megawati dan PDIP sejauh ini hanya ‘tidak berhubungan baik’ dengan ‘petugas partai’-nya yang bernama Jokowi…

