JAKARTA (Sketsa.co) — Presiden Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dikemas dalam acara gowes lanjut sarapan pagi bersama di Gudeg Yu Djum, Wijilan, Yogyakarta, Minggu (28/1). Ini kali pertama Jokowi bertemu empat mata dengan AHY sejak partai besutan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut gabung ikut gerbong Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung duet capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Apa isi pembicaraan Jokowi dan AHY? Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, mengatakan kepada wartawan bahwa isi pembicaraan mulai dari hal-hal ringan hingga persoalan politik dan kebangsaan.
Pertemuan Jokowi-AHY menjadi menarik di tengah isu bahwa Partai Demokrat tampak tidak terlalu bersemangat untuk turut mengampanyekan Prabowo-Gibran. Sekian banyak baliho yang dipajang Demokrat nyaris tanpa menampilkan foto atau gambar duet paslon tersebut, kecuali AHY dan atau bersama SBY. Sesekali ada foto atau gambar Prabowo, tapi tidak dengan Gibran.
Baca juga: Tiga Paslon Persulit Pilpres Selesai Satu Putaran
Kasak-kusuk yang berkembang menyebutkan bahwa sesungguhnya Demokrat memang lebih fokus bagaimana mengamankan suara untuk tetap bisa lolos ambang batas parlemen sebesar 4% agar tetap bisa eksis di DPR RI. Dengan lebih fokus ke pemilu legislatif dibandingkan pilpres, bergabungnya Demokrat di kubu Prabowo-Gibran seolah sekadar untuk memenuhi ketentuan agar pada Pilpres 2029 bisa tetap terlibat mengusung capres-cawapres.
Masalahnya, hari-hari ini kubu Prabowo-Gibran kabarnya dilanda kegalauan karena stagnasi elektabilitas yang tak beranjak dari kisaran 40-an persen–angka yang belum memberikan jaminan sama sekali untuk bisa meraih kemenangan pilpres, apalagi kalau targetnya menang satu putaran.
Target Satu Putaran
Tak heran jika Presiden Jokowi yang disebut-sebut meng-endorse Prabowo-Gibran konon merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut, dan meminta semua partai koalisi untuk lebih serius dan kerja lebih keras agar target menang satu putaran bisa menjadi kenyataan.
Bukan apa-apa. Jika pilpres dipaksa berlangsung dua putaran, ada kemungkinan paslon 02 justru kalah di babak final atau putaran kedua. Apalagi, santer terdengar kabar bahwa kubu 01 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) dan 03 (Ganjar Pranowo-Mahfud MD) siap menyatukan kekuatan jika salah satu dari mereka lolos ke putaran kedua untuk berhadapan dengan 02.
Apakah di sela-sela pertemuan sambil sarapan gudeg itu Jokowi dan AHY juga menyinggung soal langkah untuk memastikan pemenangan paslon 02, tidak ada yang bisa memastikan. Termasuk, apa langkah Demokrat usai pertemuan tersebut.
Yang pasti, usai pertemuan, AHY sendiri hanya mengatakan bahwa pembicaraannya dengan Presiden Jokowi, “salah satunya tentang permasalahan kebangsaan dan pemilu agar berjalan dengan aman dan damai.”

