JAKARTA (Sketsa.co) — Meski telah resmi dideklarasikan, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan bahwa pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memiliki elektabilitas terendah sebagai kandidat capres-cawapres untuk Pilpres 2024.
Dalam survei mutakhir itu, SMRC membuat simulasi tiga pasangan capres-cawapres, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Prabowo Subianto-Erick Thohir serta Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil.
Hasilnya, seperti dirilis secara daring di laman saifulmujani.com, Kamis (14/9), duet Ganjar-Ridwan Kamil memiliki elektabilitas tertinggi dengan raihan 35,4%. Di urutan kedua, tampil Prabowo-Erick dengan 31,7%, dan selanjutnya Anies-Cak Imin mendapatkan 16,5%. Ada 16,4% yang belum menjawab.
“Ini reaksi publik beberapa hari setelah deklarasi Anies-Muhaimin. Harapan bahwa suara pasangan ini akan meningkat pascadeklarasi belum terjadi. Kalau kita berpikir positif, mungkin karena mesin politiknya belum panas dan pemilih butuh waktu untuk antri masuk ke kotak Anies-Muhaimin,” ungkap Saiful Mujani.
Menurut dia, perolehan suara Anies-Cak Imin mencerminkan kekuatan dua partai, antara PKB dengan Nasdem atau Nasdem dengan PKS.
Saiful menegaskan bahwa survei ini adalah simulasi untuk melihat bagaimana reaksi publik terhadap pasangan Anies-Cak Imin setelah dideklarasikan.
SMRC membuat skema Ganjar-Ridwan Kamil karena ada kabar mereka akan diduetkan. Begitu pula Prabowo-Erick Thohir. “Tentu saja pasangan Ganjar maupun Prabowo bisa berubah, tetapi setidaknya pasangan Anies-Muhaimin kemungkinan relatif stabil,” kata Saiful.
Baca juga: Kala Ridwan Kamil “Diperebutkan” Kubu Ganjar dan Prabowo
SMRC menggelar survei tersebut pada 5 September 2023 setelah deklarasi Anies-Cak Imin pada 2 September 2023 dengan melibatkan 1.212 responden.
Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga mengungkapkan bahwa elektabilitas Anies Baswedan adalah yang terendah dibanding Ganjar dan Prabowo.
Survei yang dilakukan pada Agustus lalu atau sebelum deklarasi bersama Muhaimin Iskandar itu hasilnya menyebutkan bahwa elektabilitas Ganjar sebagai kandidat capres mencapai 37% pada Agustus 2023, disusul Prabowo dengan 35,3%, dan Anies meraih 22,2%.
Harus Kerja Keras
Tampaknya, pasangan Anies-Cak Imin harus kerja keras untuk menggelorakan dukungan lebih masif sehingga elektabilitasnya bisa terkerek naik signifikan.
Dengan mendeklarasikan diri lebih awal dibandingkan kandidat capres-cawapres lainnya, Anies-Cak Imin tentu punya ruang lebih lebar dan leluasa untuk melakukan pemanasan mesin politik koalisi partai pendukung (Nasdem, PKB dan PKS) serta simpul relawan.
Jika pilpres mendatang diikuti tiga pasangan capres-cawapres dan diprediksi tak akan ada yang bisa tampil sebagai pemenang dalam satu putaran, tantangan terbesar Anies-Cak Imin tentu saja bagaimana mengupayakan bisa lolos ke putaran kedua.
Hal itu niscaya sesuatu yang tidak mudah melihat kecenderungan angka-angka hasil survei elektabilitas kandidat capres-cawapres mutakhir.

