JAKARTA (Sketsa.co) — Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa kandidat calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto sudah mulai terlihat dan beberapa nama telah mencuat, dan salah satu yang paling populer Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin.
Muzani memberikan perbandingan bahwa situasinya mirip dengan seseorang yang ingin menentukan kapan hari raya tiba. Dia mengatakan bahwa seperti hilal yang mulai terlihat, demikian pula bakal cawapres Prabowo juga sudah mulai terlihat. Namun, ada ketentuan bahwa hari raya akan diumumkan ketika hilal terlihat minimal dalam sudut 3 derajat.
Muzani meminta semua pihak untuk bersabar dalam hal penentuan bakal cawapres Prabowo. Dia mengingatkan bahwa masih ada waktu hingga bulan Oktober 2023 saat pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU dibuka.
“Kita masih berada di bulan September dan Oktober masih akan datang. Jadi, tidak perlu khawatir. Hilal baru sedikit terlihat, dan belum mencapai 3 derajat,” ungkapnya di kompleks parlemen, Senayan, Senin (28/8).
Paling Terdengar
Muzani menyebutkan ada banyak tokoh yang masuk dalam pertimbangan sebagai bakal cawapres pendamping Prabowo. Namun, menurutnya, di antara semua nama tersebut, yang paling terdengar di publik adalah Cak Imin.
Selain Cak Imin yang memang sejak awal didorong PKB untuk menjadi bakal cawapres pendamping Prabowo, nama lain yang santer terdengar adalah Menteri BUMN Erick Thohir, yang disodorkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN).
Nah, sejak PAN resmi memberikan dukungan atas pencapresan Prabowo beberapa waktu lalu, nama Erick makin menguat di bursa bakal cawapres pendamping Prabowo.
Belakangan, nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga mulai disebut-sebut berpeluang menjadi bakal cawapres untuk Prabowo sejak partai tersebut resmi mendukung pencapresan Prabowo baru-baru ini.
Baca juga: Seputar Rendahnya Hasil Survei Elektabilitas Anies Baswedan
Di sisi lain, sekonyong-konyong muncul nama Gibran Rakabuming Raka, Walikota Surakarta (Solo), yang disebut-sebut punya kans terbesar menjadi bakal cawapres Prabowo kalau Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan uji materi usia minimal capres-cawapres menjadi 35 tahun dari saat ini 40 tahun.
Gibran, putra sulung Presiden Jokowi, dinilai bisa menjadi “jalan tengah” di antara koalisi partai pendukung Prabowo, sekaligus sebagai “representasi” Jokowi dalam konteks keberlanjutan agenda pembangunan. Jadi, Cak Imin, Erick, Airlangga atau Gibran?

