JAKARTA (Sketsa.co) — Tak diragukan lagi, Presiden Joko Widodo dan keluarganya hari-hari ini menjadi faktor penting dalam konstelasi politik di Tanah Air, wabilkhusus menjelang pelaksanaan Pilpres 2024.
Pengaruh besar dan signifikan Jokowi dan keluarganya, terutama sang putra sulung Gibran Rakabuming Raka (kini Walikota Surakarta/Solo), tak terelakkan lagi dalam konteks strategi pemenangan para kandidat capres-cawapres yang bakal berlaga di pilpres mendatang.
Itulah mengapa sejumlah kandidat capres dan cawapres terlihat berupaya untuk mendekatkan diri dan atau mengakrabkan diri dengan Jokowi dan keluarganya, dalam hal ini yang paling mencolok adalah sosok Gibran Rakabuming.
Sudah tak terhitung berapa kali sosok bakal capres PDIP Ganjar Pranowo yang juga Gubernur Jawa Tengah bertemu Gibran, entah dalam format seremonial acara pemerintahan daerah, pun sekadar lari pagi bersama di jalanan Kota Solo.
Pun sudah berapa kali kandidat capres Partai Gerindra Prabowo Subianto yang juga Menteri Pertahanan bersua dengan Gibran di Solo dalam beberapa format acara atau sekadar mampir berbincang berdua sambil makan malam.
Tak terkecuali mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kini bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan pun pernah bertemu dan berbincang empat mata dengan Gibran dalam suatu kunjungan di Solo beberapa waktu lalu.
Di level bacawapres, Menteri BUMN Erick Thohir, Menparekraf Sandiaga Uno, dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar juga telah beberapa kali datang ke Solo dalam aneka acara serta bertemu Gibran.
Singkat kata, kalau ada anak muda usia di bawah 40 tahun yang saat ini begitu diperhitungkan dalam pergulatan elite politik nasional, sosok itu tak lain bernama Gibran putra Jokowi.
Baca juga: Kala Nasdem-Demokrat Beda Sikap Soal Cawapres, Anies Terlihat Gamang
Bahkan, belakangan namanya dikaitkan dengan uji materi UU Pilpres di Mahkamah Konstitusi sehubungan penurunan batas usia minimal capres-cawapres agar menjadi minimal 35 tahun dari ketentuan 40 tahun, atau punya pengalaman di pemerintahan. Gibran saat ini berusia 35 tahun dan tengah menjadi kepala daerah.
Konon, jika uji materi pasal batas minimal usia capres-cawapres itu dikabulkan MK, maka Gibran akan didorong sejumlah partai untuk maju sebagai bacawapres mendampingi Prabowo Subianto.
Bukan Walikota Biasa
Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno pernah mengatakan bahwa Gibran bukan cuma sekadar walikota biasa, namun juga sekaligus putra Presiden Jokowi yang dinilai menjadi duplikat ayahnya dalam dunia politik.
“Saya kira Gibran bukan soal Walkot Solo tapi yang paling penting Gibran adalah anak Jokowi. Jadi setiap manuver dan aktivitas politiknya itu dianggap sebagai duplikat politik Jokowi. Jadi lihat Gibran itu wajah lain dari Jokowi,” kata Adi, Senin (20/5) malam.
Adi menilai wajar banyak pihak ingin mendekati Gibran. Dia bahkan menyebut Gibran dapat menjadi magnet untuk menggaet dukungan Jokowi di Pilpres 2024.
“Jadi wajar kalau Gibran itu seperti semut banyak dikerubungi, banyak yang mengharapkan berkah, banyak mengharapkan dapat dukungan dari Jokowi. Karena Jokowi itu seorang presiden yang dinilai punya pengaruh dan pengikut yang cukup luas,” ujarnya.

