Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Kerasnya Babak Penyisihan Menuju Pilpres 2024
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Kerasnya Babak Penyisihan Menuju Pilpres 2024
Politik

Kerasnya Babak Penyisihan Menuju Pilpres 2024

Cepat atau lambat, baik kubu Anies, kubu Ganjar maupun kubu Prabowo harus mengambil keputusan siapa yang akan didapuk sebagai bacawapres. Tenggat waktunya tentu saja pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU yang akan dibuka 19 Oktober dan ditutup 25 November 2023. Sampai menjelang penutupan pendaftaran, babak penyisihan tampaknya masih berlangsung keras.

Last updated: Senin, 10 Juli 2023, 1:10 PM
By Raden Parwoto
Share
4 Min Read
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Babak penyisihan menuju Pilpres 2024 ternyata lebih keras dan alot daripada yang diperkirakan banyak pihak.

Meski telah muncul tiga nama kandidat calon presiden, tak dengan sendirinya mereka dijamin bakal melaju ke pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU pada Oktober-November mendatang.

Di kubu Koalisi Perubahan untuk Persatuan/KPP (Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS) yang mengusung pencapresan Anies Baswedan, hingga kini belum ada tanda-tanda akan segera menuntaskan persoalan siapa yang menjadi bakal calon wapres pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Belakangan, figur kuat Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bacawapres Anies dibuntuti nama baru yakni Yenny Wahid, putri almarhum Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Munculnya pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman itu seolah “menenggelamkan” nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang sebelumnya disebut-sebut memiliki kans besar sebagai bacawapres Anies.

Yenny dan Khofifah adalah dua sosok perempuan dari kalangan nahdliyin (NU), yang dinilai bisa mengompensasi kelemahan elektoral Anies di basis konstituen kaum Islam tradisional, yang terkonsentrasi di provinsi Jatim, salah satu lumbung suara penentu kemenangan di pilpres.

Namun, sejauh ini belum ada kepastian apapun apakah Yenny atau AHY yang bakal benar-benar menjadi bacawapres Anies, meski ada klaim bahwa nama bacawapres sudah di kantong Anies dan tinggal menunggu momentum tepat untuk diumumkan.

Bacawapres Ganjar

Sementara itu, di kubu PDIP yang mencapreskan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hingga kini juga belum terlihat ada kepastian siapa yang akan dipilih sebagai bacawapres. Kabarnya, dua nama yang paling berpeluang menjadi bacawapres Ganjar adalah Menparekraf Sandiaga Uno dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto hanya memberi isyarat bahwa bacawapres Ganjar akan diumumkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pada September. Selebihnya, Hasto hanya memastikan bahwa bacawapres Ganjar akan dibahas Megawati bersama Presiden Jokowi dan ketum partai lain yang turut mendukung pencapresan Ganjar, antara lain PPP, Hanura dan Perindo.

Di kubu Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (Partai Gerindra dan PKB), sampai hari ini juga belum mengalami perkembangan berarti, kecuali ada kesepakatan umum bahwa yang akan diusung sebagai bakal capres adalah Prabowo Subianto (Ketum Gerindra/Menteri Pertahanan).

Golkar dan PAN disebut-sebut berminat merapat ke kubu KKIR, namun masing-masing agaknya mensyaratkan posisi bacawapres sebagai kompensasi dukungan untuk pencapresan Prabowo. Golkar mengajukan sang ketum Airlangga Hartarto, sedangkan PAN mengajukan nama Erick Thohir.

Baca juga: Benarkah Ada Gerakan di Internal PDIP untuk Gembosi Pencapresan Ganjar Pranowo?

Di sisi lain, sebagai mitra utama Gerindra, Ketum PKB Muhaimin Iskandar dikabarkan juga “berminat” menjadi bacawapres pendamping Prabowo.

Cepat atau lambat, baik kubu Anies, kubu Ganjar maupun kubu Prabowo harus mengambil keputusan siapa yang akan didapuk sebagai bacawapres. Tenggat waktunya tentu saja pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU yang akan dibuka 19 Oktober dan ditutup 25 November 2023. Sampai menjelang penutupan pendaftaran, babak penyisihan tampaknya masih berlangsung keras.

Benarkah akan ada bakal capres yang terpental alias tidak bisa lanjut ke pendaftaran di KPU?

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: babak penyisihan pilpres, bacawapres, kubu Anies Baswedan, kubu Ganjar Pranowo, kubu Prabowo Subianto, Pilpres 2024
Raden Parwoto 10 Juli 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Benarkah Ada Gerakan di Internal PDIP untuk Gembosi Pencapresan Ganjar Pranowo?
Next Article Saat Semua Bilang “Tegak Lurus ke Jokowi”
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?