JAKARTA (Sketsa.co) — Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sekonyong-konyong menyebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) untuk Ganjar Pranowo, capres “partai banteng”.
Pernyataan Hasto yang menyebut Ridwan Kamil sebagai bacawapres Ganjar diungkapkan dalam sebuah pantun saat menghadiri groundbreaking pembangunan Monumen Plaza Bung Karno di Taman Saparua, Bandung, Rabu (28/6).
Hasto melempar pantun usai memberi sambutan di hadapan Ridwan Kamil yang turut hadir dalam acara tersebut. “Kang Emil memang kaya prestasi. Memajukan Jabar penuh karya seni. Pemilu akan digelar beberapa bulan lagi, bacawapres Pak Ganjar ternyata ada di sini,” kata Hasto disambut riuh hadirin.
Ridwan Kamil pun merespons pantun yang dilontarkan Hasto Kristiyanto soal dirinya disebut sebagai bacawapres Ganjar Pranowo.
Kang Emil, sapaan mantan Wali Kota Bandung itu, kemudian membalas pantun Hasto dengan melontarkan pantun, “Burung cendrawasih, burung bangau, indah warnanya. Terima kasih Mas Hasto atas pantun-pantunnya.”
Ditanya wartawan, Ridwan Kamil menegaskan bahwa dirinya tetap akan fokus dengan tugasnya sebagai kader Partai Golkar. “Saya taat pada apa yang sedang digariskan Partai Golkar, sehingga apa pun takdirnya mudah-mudahan doakan yang terbaik untuk semuanya,” ujarnya.
Elektabilitas Tinggi
Sosok Ridwan Kamil memang menjadi salah satu yang memiliki elektabilitas tinggi dalam bursa kandidat cawapres. Pertengahan Mei lalu misalnya, Charta Politika merilis hasil survei yang menyebutkan elektabilitas Ridwan Kamil mencapai 28,4%, atau peringkat kedua setelah Menparekraf Sandiaga Uno yang unggul dengan elektabilitas 19,8%.
Pada urutan ketiga ditempati Menko Polhukam Mahfud MD (15,2%), lalu Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono/AHY (10,9%) dan Menteri BUMN/Ketum PSSI Erick Thohir (9,2%).
Sementara rilis hasil survei Litbang Kompas pada akhir Mei menyebutkan elektabilitas Ridwan Kamil mencapai 9,3%, lagi-lagi peringkat kedua setelah Sandiaga Uno (11,9%).
Sedangkan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis awal Juni menyebutkan elektabilitas Ridwan Kamil sebagai bacawapres berada di posisi kedua di bawah Erick Thohir yang berada di posisi teratas. Erick Thohir meraih 15,5%, Ridwan Kamil 15,4%, Mahfud MD 13,4%, Sandiaga Uno 13,1%, Agus Harimurti Yudhoyono 5,6%, Andika Perkasa.
Restu Airlangga
Peluang Ridwan Kamil untuk menjadi bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo hanya mungkin terbuka jika dua kondisi ini terpenuhi:
Pertama, Partai Golkar berkoalisi dengan PDIP untuk mencapreskan Ganjar. Sejauh ini, Golkar belum memutuskan arah koalisi, entah merapat ke PDIP mendukung Ganjar atau berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mendukung pencapresan Prabowo Subianto (Ketum Gerindra).
Namun, cepat atau lambat, Golkar akan memutuskan pilihannya. Hanya, rasanya kecil kemungkinan “partai beringin” mendukung pencapresan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (Nasdem, Demokrat dan PKS).
Baca juga: Dua Skenario Pilpres 2024 dengan atau Tanpa Kubu Oposisi
Kedua, Ridwan Kamil boleh jadi akan ditawarkan Golkar sebagai bagian dari paket kerjasama koalisi dengan PDIP untuk menjadi cawapres Ganjar. Ini mensyaratkan Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang sejauh ini elektabilitasnya relatif kecil (baik sebagai kandidat capres maupun cawapres) legawa untuk tidak ikut berlaga di Pilpres 2024.
Kesimpulannya, “takdir” apakah Ridwan Kamil akan menjadi bakal cawapres Ganjar Pranowo akan sangat tergantung langkah politik Golkar dan Airlangga Hartarto…

