JAKARTA (Sketsa.co) — Melalui Rapat Pimpinan Nasional ke VI yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (17/6), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi mengajukan Menparekraf Sandiaga Uno sebagai bakal calon wakil presiden untuk mendampingi bakal calon presiden dari PDIP Ganjar Pranowo.
“Rapimnas ke VI PPP mengusulkan saudara Sandiaga Uno sebagai cawapres untuk mendampingi capres Ganjar Pranowo dalam Pemilu 2024,” ujar Sekjen PPP Arwani Thomafi saat membacakan hasil rekomendasi Rampinas tersebut.
Rapimnas juga memberikan mandat kepada Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Mardiono untuk memperjuangkan pencalonan Sandiaga kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar dapat menjadi cawapres pendamping Ganjar.
Sandiaga yang telah resmi keluar dari Partai Gerindra beberapa waktu lalu, pada Rabu (15/6) resmi bergabung menjadi kader PPP. Selain diusulkan sebagai bakal cawapres Ganjar, Sandiaga juga mendapat tugas jadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Nasional dengan tugas pokok pemenangan PPP dalam pemilu legislatif, pemilu presiden-wapres dan pilkada serentak 2024.
Seperti diketahui, PPP secara resmi telah menyatakan dukungan atas pencapresan Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu usai Gubernur Jawa Tengah itu dideklarasikan PDIP sebagai capres pada 21 April 2023 di Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat.
Hingga kini, PDIP masih melakukan penjaringan nama-nama bakal cawapres pendamping Ganjar. Selain Sandiaga, sejumlah nama yang disebut-sebut masuk bursa cawapres untuk Ganjar, antara lain Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Tak Mengejutkan
Sesungguhnya tak ada yang mengejutkan dengan langkah PPP mengajukan Sandiaga Uno sebagai cawapres untuk mendampingi Ganjar Pranowo, karena hal ini telah menjadi “pengetahuan umum” di kalangan elite politik negeri ini.
Sejak ada rumor Sandiaga akan hengkang dari Gerindra beberapa bulan lalu, mantan Wagub DKI Jakarta itu memang terlihat melakukan penjajakan dengan PPP. Sandiaga juga sempat melakukan penjajakan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Namun, Sandiaga agaknya melihat peluang untuk menjadi cawapres melalui PKS nyaris musykil, karena sejak awal Partai Demokrat sebagai anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mengusung capres mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak resisten dengan dirinya yang dinilai tidak mencerminkan semangat perubahan, tapi lebih sebagai sosok kolaborator.
Baca juga: PPP Resmi Usulkan Sandiaga Uno Jadi Cawapres Ganjar Pranowo
Nah, peluang untuk membidik tiket cawapres itu justru terbuka lebar melalui jalur PPP. Gayung bersambut. PPP juga melihat Sandiaga sebagai figur yang komplet: citra ke-Islam-an relatif kuat, pengusaha sukses yang punya skill pengadaan logistik serta punya pengalaman di eksekutif (eks Wagub DKI dan kini Menparekraf).
Sandiaga juga jeli melihat peluang untuk bisa menjadi cawapres bagi Ganjar yang dicapreskan PDIP, mengingat tradisi partai nasionalis pimpinan Megawati Soekarnoputri itu yang selalu menggandeng sosok cawapres dari kalangan “hijau”.
Jika tak ada peristiwa luar biasa, misal karena kesepakatan politik yang mengejutkan tiba-tiba Ganjar dan Prabowo jadi pasangan capres-cawapres, langkah Sandiaga untuk menjadi pasangan cawapres bagi Ganjar di Pilpres 2024 tampaknya tak terbendung…

