JAKARTA (Sketsa) — Setelah menggandeng PPP dan Hanura untuk mengusung pencapresan Ganjar Pranowo, kini PDIP memprioritaskan Golkar, PAN, PKB, dan Perindo untuk diajak bergabung menghadapi Pemilu 2024.
“Golkar, PAN, PKB, ini juga menjadi skala prioritas untuk diajak kerja sama, termasuk di dalamnya ada Perindo,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (29/5).
Sejauh ini, PDIP telah menjalin kerja sama dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Hanura, yang keduanya telah mendeklarasikan dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai capres.
Menanggapi rencana kerja sama dengan Perindo, Hasto menyambut baik pertemuan antara Ganjar dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, beberapa waktu lalu. Dia menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah positif dalam merangkai kerja sama besar untuk memenangkan Ganjar Pranowo.
Terkait alasan mengapa Partai Gerindra tidak diajak, Hasto tidak memberikan jawaban secara eksplisit. Soal wacana mengenai kemungkinan Ganjar menjadi cawapres Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Hasto menegaskan bahwa PDIP, PPP, dan Hanura telah menyatakan dukungan terhadap Ganjar sebagai capres, dan sikap PDIP tidak akan berubah. Terlebih lagi hasil survei menunjukkan elektabilitas Ganjar ‘meroket’ setelah diumumkan sebagai capres.
Pada Jumat (2/6), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beserta jajaran bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ganjar Pranowo, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Sebelum ikut menemui kunjungan petinggi PAN tersebut, Hasto sempat bertemu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Kantor DPP PKB, Jakarta.
Serius
Tampaknya, PDIP serius menggalang kerjasama politik yang luas dengan melibatkan banyak partai koalisi pro-Presiden Jokowi seiring dengan dinamika pencapresan yang makin menghangat.
Jika Golkar, PAN, PKB juga Perindo pada akhirnya benar merapat ke PDIP untuk menjalin kerjasama mengusung pencapresan Ganjar Pranowo, hal ini tentu akan mengubah peta kekuatan koalisi Pilpres 2024.
Namun, rasanya agak musykil Golkar, PAN dan PKB semuanya berkoalisi dengan PDIP. Jika Golkar dan PAN gabung PDIP, PKB niscaya tetap akan bertahan di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Gerindra untuk mengusung pasangan capres-cawapres sendiri.
Baca juga: Benarkah AHY Bakal Cawapres Anies yang Telah Disepakati Koalisi?
Bagi PDIP, jika makin banyak partai yang merapat, risikonya adalah semua mesti diajak untuk membahas bakal cawapres untuk Ganjar Pranowo dan porsi power sharing seandainya memenangkan pilpres mendatang.

