JAKARTA (Sketsa.co) — Para petinggi partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) diam-diam mengadakan pertemuan di pulau pribadi milik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Pulau Kaliage di Kepulauan Seribu, Jakarta, pekan lalu.
Pertemuan digelar dengan tujuan membahas dinamika politik terkini dan nasib Anies Baswedan, bakal capres yang diusung KPP, serta sosok bakal cawapres pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Selain itu, para petinggi Nasdem, Demokrat dan PKS itu juga membahas penetapan Sekjen Partai Nasdem Johnny G. Plate sebagai tersangka dalam kasus korupsi BTS Bakti Kemenkominfo. Pada intinya, para petinggi Demokrat dan PKS memberikan dukungan moral kepada Nasdem terkait persoalan tersebut.
Hadir dalam pertemuan itu, selain tuan rumah Ketum Nasdem Surya Paloh, ada Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf serta jajaran petinggi ketiga partai yang turut menyertai.
Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf membenarkan adanya pertemuan tersebut. “Pertemuan itu terjadi minggu lalu di lokasi Kepulauan Seribu yang dimiliki Pak Surya Paloh. Kami membahas banyak hal terkait masa depan koalisi,” katanya, Rabu (31/5).
Dia menegaskan KPP akan terus maju dan berharap agar pasangan capres-cawapres dari koalisi Nasdem, Demokrat dan PKS itu dapat terwujud.
“InsyaAllah kami solid dalam terus maju. Kami berharap pasangan calon dari ketiga koalisi perubahan untuk persatuan dapat segera terwujud,” ujar Muzammil.
Bahas Cawapres
Terpisah, Ketua DPP Nasdem Taufik Basari mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut salah satunya membahas sosok cawapres yang akan mendampingi Anies Baswedan.
“Jadi banyak hal yang dibahas, termasuk juga mengenai calon wakil presiden,” ungkap Taufik.
Dia menyatakan bahwa ketiga partai politik tersebut bertemu dalam suasana sangat akrab dengan semangat kekeluargaan. “Pertemuan ini bertujuan menunjukkan bahwa koalisi ini tetap solid, dan kami siap melanjutkan langkah-langkah berikutnya.”
Taufik menegaskan tidak ada yang berubah terkait dengan KPP. “Bahkan kami semakin solid untuk melangkah ke depan,” katanya.
Terkait dengan proses pencapresan, KPP kini tinggal menyisakan penentuan nama cawapres pendamping Anies. Ada tiga nama yang disebut-sebut punyas kans besar untuk dipilih, yakni AHY, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Anies, yang diberi mandat untuk menentukan nama kandidat cawapres pendampingnya berdasarkan hasil rekomendasi tim gabungan Nasdem, Demokrat dan PKS, menjanjikan akan ada efek kejutan dari sosok bakal pendampingnya di Pilpres 2024 tersebut.

