JAKARTA (Sketsa.co) — Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan melakukan pertemuan di Amerika Serikat di sela-sela agenda pertemuan tingkat menteri APEC.
Saat bertemu, Menko Perekonomian dan Menteri Perdangan di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi itu terlihat santai dan akrab. Dan sekonyong-konyong muncul wacana kemungkinan duet Airlangga-Zulhas sebagai pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024.
Golkar dan PAN tampak memberi respons positif atas munculnya wacana duet Airlangga-Zulhas tersebut, apalagi hubungan personal keduanya sejauh ini memang terlihat kuat dan dekat.
“Kami sejak awal di KIB (Koalisi Indonesia Bersatu). Komunikasi sangat baik dan harmonis,” kata Airlangga seraya menambahkan bahwa dirinya dan Zulhas memiliki hubungan baik dan sering berkomunikasi mencari solusi terbaik untuk berbagai persoalan bangsa, terutama dalam bidang ekonomi di kabinet saat ini.
Zulhas juga menyampaikan bahwa kolaborasi mereka dalam bekerja, baik di bidang politik maupun pemerintahan, selalu memiliki kecocokan yang positif dan saling memperkuat.
Duet Airlangga-Zulhas muncul sebagai opsi menarik di tengah sulitnya KIB mencari pasangan untuk Pilpres 2024. Golkar, PAN dan PPP merupakan anggota KIB. Namun PPP sudah mengambil keputusan mendukung pencapresan Ganjar Pranowo oleh PDI Perjuangan.
Tanpa PPP, gabungan suara atau perolehan kursi DPR RI Golkar dan PAN sudah mencukupi persyaratan presidential threshold 20% kursi DPR RI untuk bisa mengusung pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2024.
Total gabungan kursi DPR RI kedua partai tersebut adalah 129 kursi atau 22,43 % dari total kursi di parlemen dengan rincian Golkar memiliki 85 kursi atau 14,78%, sementara PAN memiliki 44 kursi atau 7,65%.
Mengejutkan
Kalau benar terealisasi, pasangan Airlangga-Zulhas tentu akan memecah kebekuan dan menjadi jawaban pamungkas bahwa proyek ambisius pembentukan koalisi besar yang konon diinginkan Jokowi menemui jalan buntu.
Konsekuensinya, akan ada skenario empat poros koalisi yang mengusung pasangan capres-cawapres berbeda. PDIP dan PPP mengusung Ganjar Pranowo, Gerindra dan PKB (Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya/KKIR) mengusung Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar, Golkar-PAN usung Airlangga-Zulhas serta Koalisi Perubahan untuk Persatuan/KPP (Nasdem, Demokrat dan PKS) mengusung Anies Baswedan.
Baca juga: Menanti “Takdir Politik” Sandiaga Uno di Pilpres 2024
Dengan munculnya empat paslon, hampir pasti Pilpres 2024 akan berlangsung dalam dua putaran. Di titik ini, bukan tak mungkin duet Airlangga-Zulhas melaju ke putaran kedua atau final berhadapan entah dengan Ganjar, Prabowo atau Anies…
Di titik ini, pasangan Airlangga-Zulhas tentu akan jadi “kuda hitam”…

