JAKARTA (Sketsa.co) — Meski bukan ketua umum partai, Presiden Joko Widodo diyakini punya pengaruh besar dalam menggerakkan belasan ribu pendukungnya yang tergabung dalam beragam organisasi relawan.
Sejak muncul sebagai calon presiden pada 2014, Jokowi lekat dengan fenomena relawan dalam menggerakkan dukungan politik elektoral. Berbagai organisasi relawan itu juga yang diyakini turut berkontribusi atas kemenangan Jokowi pada dua kali pilpres, yakni 2014 dan 2019.
Nah, menjelang berakhirnya periode kedua jabatan kepresidenan Jokowi, organ relawan pendukung mantan Walikota Solo tersebut tak tinggal diam dalam menyongsong perhelatan Pilpres 2024.
Adalah gabungan 18 organ relawan pendukung Jokowi yang mulai menggelar Musyawarah Rakyat (Musra) yang pembukaannya dilakukan Jokowi di Bandung pada 28 Agustus 2022. Musra dimaksudkan untuk menjaring nama-nama kandidat capres, juga cawapres, untuk diusung sebagai pasangan calon pada Pilpres 2024.
Setelah hampir setahun berproses, Musra telah menjaring tiga nama kandidat capres, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dari PDIP, Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, serta Menko Perekonomian dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Hari ini, Minggu (14/5), tiga nama itu secara resmi diserahkan kepada Jokowi dalam hajatan puncak Musra yang dihadiri ribuan relawan yang memadai Istora Senayan, Jakarta.
“Belanda Masih Jauh”
Namun, hingga acara selesai, Jokowi yang diberi mandat oleh para relawan untuk memilih dan menentukan satu dari tiga nama tersebut untuk didukung sebagai capres, belum melakukannya.
“Belanda masih jauh,” kelakarnya seraya mengingatkan para relawan untuk tidak grusa-grusu dalam soal mendukung capres 2024.
“Kita tunggu arahan serta perintah Pak Jokowi karena relawan Pak Jokowi tunduk dan patuh terhadap perintah Pak Jokowi, siapa pun nama yang diputuskan Pak Jokowi,” ujar Penanggung Jawab Musra Budi Arie Setiadi.
Selain tiga nama kandidat capres, para relawan juga mengusulkan sejumlah nama sebagai bakal cawapres kepada Jokowi, antara lain Menko Polhukam Mahfud MD, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, dan Menparekraf Sandiaga Uno.
Baca juga: Tanda Tanya Besar Sosok Bakal Cawapres untuk Prabowo
Mengapa Jokowi menunda memilih dan menentukan satu bakal capres dari tiga nama hasil Musra, yakni Ganjar, Prabowo dan Airlangga?
Pertama, sisa waktu menjelang pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU masih cukup lama, yakni bulan Oktober-November 2023. Masih tersedia beberapa bulan untuk mematangkan pilihan.
Kedua, Jokowi tampaknya menghadapi dilema, antara harus memilih Ganjar atau Prabowo. Di satu sisi, Ganjar sudah resmi dicapreskan PDIP, partai tempat Jokowi juga menjadi kader, sehingga mendukung Gubernur Jateng itu sebuah keniscayaan organisatoris.
Di sisi lain, Jokowi juga dekat dan tampak mendukung atau setidaknya “merestui” pencapresan Prabowo, yang selama sekian tahun terakhir sangat mendukung dan loyal terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi.
Sangat mungkin Jokowi masih berharap dan berupaya menyatukan Ganjar-Prabowo dalam satu pasangan capres-cawapres yang ditopang koalisi besar enam partai pro-pemerintah (PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, PPP dan PAN) sehingga akan memudahkannya untuk mengarahkan “partai relawan” pada Pilpres 2024…

