JAKARTA (Sketsa.co) — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengungkapkan Presiden Jokowi akan mengajak ngopi bareng pimpinan partai “koalisi besar”.
Menteri Perdagangan itu mengisyaratkan acara ngopi bareng itu bakal dihelat setelah Koalisi Indonesia Bersatu (Golkar, PAN dan PPP) bertemu pada Kamis, 27 April 2023.
“Mudah-mudahan nanti cari waktu yang tepat, Bapak (Jokowi) kata Zulhas kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/4).
Acara ngopi bareng Jokowi dengan para pimpinan partai koalisi pro-pemerintah itu menarik karena dilakukan usai PDIP memastikan diri mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden pada 21 April 2023.
Jokowi sebagai kader PDIP turut hadir dalam pengumuman pencapresan Ganjar yang dilakukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, tersebut.
Usai PDIP resmi mencapreskan Ganjar, Partai Hanura (partai non parlemen) juga menyatakan dukungannya kepada sosok kader PDIP tersebut, disusul kemudian PPP yang secara resmi mengumumkan dukungan pencapresan Ganjar, Rabu (26/4).
Jauh sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI)—juga partai non parlemen—telah menyatakan dukungannya kepada Ganjar untuk nyapres.
Pertanyaannya, akankah partai-partai anggota koalisi pro- pemerintahan Jokowi pada akhirnya bakal mendukung pencapresan Ganjar?
Baca juga: Menakar Peluang Erick Thohir Jadi Cawapres Ganjar Pranowo
Sejauh ini, di antara partai koalisi pro Jokowi, Gerindra yang bersama PKB telah membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya/KKIR memastikan tetap akan mengusung sang ketum, Prabowo Subianto, sebagai bakal capres.
Meski tak ada yang tak mungkin dalam politik, namun kecil kemungkinan Prabowo akan bersedia sekadar menjadi bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo.
Dua Paket Capres-Cawapres
Ini berarti, kemungkinan besar koalisi partai pro-Jokowi yang terdiri dari PDIP, Golkar, PAN, PPP, Gerindra dan PKB tidak akan membentuk koalisi bersama dengan hanya mengusung satu paket capres-cawapres.
Pertanyaannya, setelah PPP menyatakan mendukung pencapresan Ganjar, partai mana lagi yang berpotensi melakukan hal serupa?
Akankah semua partai anggota KIB, termasuk Golkar dan PAN bakal merapat ke PDIP untuk mengusung pencapresan Ganjar?
Atau sebaliknya, Golkar dan PAN merapat ke KKIR untuk mengusung pencapresan Prabowo, sehingga koalisi partai pro- Jokowi membentuk dua poros dengan mengusung dua paket capres-cawapres berbeda?

