JAKARTA (Sketsa.co) — Kabar kabur dua hari terakhir tentang pernyataan Ketua DPC PDI Perjuangan Solo FX Hadi Rudyatmo bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mendapat restu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 menimbulkan kehebohan di “kandang banteng”.
Kabar itu mencuat pada Selasa (11/4) melalui pemberitaan di suatu media online. Segera saja info itu menyebar ke mana-mana, termasuk ke petinggi PDIP.
Alhasil, menurut pengakuan FX Rudy, dirinya pada Selasa malam ditelepon oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang memarahinya sehubungan adanya berita tentang pernyataannya tersebut.
Rudy lalu mengklarifikasi bahwa dirinya tak pernah menyebutkan bahwa Ganjar telah mendapat restu Megawati untuk menjadi capres, dan tinggal tunggu waktu untuk diumumkan.
“Saya enggak bakalan ngomong (capres PDIP) sudah pasti Ganjar. Enggak mungkinlah saya ndhisiki (mendahului) Mbak Mega. Bisa kualat saya,” kata Rudy di Balai Kota Solo, Rabu (12/4).
Mantan Walikota Solo itu juga menegaskan bahwa sebagai kader partai, dirinya tegak lurus mengikuti keputusan ketua umum, termasuk soal penentuan dan pengumuman capres PDIP.
Merespons kegaduhan dan kehebohan itu, Hasto memastikan bahwa tidak benar Megawati sudah merestui siapa pun kader PDIP, termasuk Ganjar, untuk diusung sebagai capres 2024.
Menurutnya, Megawati hingga kini belum memutuskan siapa nama kader yang bakal diusung dalam Pilpres 2024.
Di media yang memberitakan tentang pernyataan Rudy itu, sempat disebutkan alasan Ganjar akhirnya mendapat restu maju capres—dengan mengutip sumber anonim di PDIP —, karena telah teruji loyalitasnya, yaitu sehubungan instruksi PDIP terkait dengan penolakan Timnas Israel untuk bermain dalam pertandingan sepakbola Piala Dunia U-20 yang sebelumnya diagendakan digelar di Indonesia.
Lepas dari soal bantahan dan klarifikasi Rudy, namun isu tentang Ganjar telah mendapat restu untuk maju sebagai capres PDIP terlanjur menggelinding.
Baca juga: Jokowi Jadi Penentu Nasib Politik Ganjar dan Prabowo?
Artinya, mungkin ada sebagian pihak yang mempercayai tentang hal itu, apalagi dikait-kaitkan dengan sikap loyal Ganjar yang mewujud dalam penolakan Timnas Israel, sehingga elektabilitasnya sampai kegerus.
Bukan apa-apa. Sejak awal Rudy dikenal sebagai tokoh PDIP Solo yang getol mendukung pencapresan Ganjar Pranowo. Sebagai salah satu pentolan di “kandang banteng”, Rudy niscaya mengetahui aspirasi arus bawah konstituen PDIP di wilayahnya.
Jangan lupa, Jawa Tengah—terkhusus Kota Solo—merupakan salah satu basis dan lumbung suara penting PDIP. Soliditas dan militansi kader partai banteng di wilayah ini tak diragukan lagi.

