JAKARTA (Sketsa.co) — Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo, membenarkan bahwa dirinya sempat membahas soal pemilihan gubernur mendatang dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat bertemu empat mata di Rumah Dinas Wali Kota Solo (Surakarta) Loji Gandrung, Senin (6/2/2023) siang.
“Membahas pilgub dikit. Ada pembicaraan di situ (soal jadi calon gubernur DKI atau Jawa Tengah),” ungkap Gibran, usai pertemuan dengan Airlangga sekitar 1 jam tersebut.
Pertemuan itu terjadi setelah keduanya sama-sama hadir dalam acara peresmian Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark (STP) di Kecamatan Jebres, Solo. Saat itu, Airlangga hadir dalam kapasitas sebagai Menko Perekonomian, sementara Gibran adalah Wali Kota Solo.
Airlangga sendiri mengaku mengapresiasi kinerja Gibran selama memimpin Kota Solo hampir 2 tahun terakhir.
Beberapa waktu belakangan, Gibran memang ramai disebut-sebut berpeluang besar untuk diusung PDIP maju dalam kontestasi pilkada 2024, entah Pilgub DKI Jakarta atau Pilgub Jawa Tengah.
Dan Gibran diperkirakan tak akan kesulitan untuk mendapatkan tiket maju dalam pilgub.
Pertama, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Gibran, sebagai kader PDIP, sangat dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kedekatan itu tersimbolisasi lewat momen dua kali Megawati menggandeng tangan Gibran di ruang publik.
Kali pertama pada rangkaian hajatan pernikahan adiknya, Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di kompleks Mangkunegaran, Solo, Desember lalu. Kali kedua, saat Gibran dan Megawati sama-sama menghadiri pelantikan Wali Kota Semarang di Semarang, 31 Januari lalu. Megawati, yang dikenal tak mudah dekat dengan seseorang, tampak begitu nyaman bergandengan tangan dengan Gibran.
Di sisi lain, sebagai putra Presiden Jokowi, sudah barang tentu para pimpinan partai koalisi pendukung pemerintah tak akan “jual mahal” untuk memberikan “karpet merah” bagi Gibran seandainya berminat ikut kontestasi pilkada gubernur.
Selain Airlangga, Gibran juga pernah bertemu dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor. Prabowo pun tampak apresiatif terhadap sosok Gibran, yang memang dikenal santun dan ramah.
Jangankan para pimpinan partai koalisi pendukung pemerintah, bahkan mantan Gubernur DKI Anies Baswedan yang bakal diusung koalisi Nasdem, Demokrat dan PKS untuk maju Pilpres 2024 pun tampak memiliki hubungan baik dengan Gibran. Bahkan, kabarnya, Anies mengundang Gibran untuk bertemu di Jakarta setelah sebelumnya sempat bertemu empat mata di Solo, November 2022.
Di atas kertas, dengan segala hubungan baik dan situasi kondusif tersebut, rasanya Gibran tak akan banyak menemui kesulitan untuk menapaki jenjang karir politiknya ke tahap lebih tinggi. Hanya, untuk jabatan eksekutif semacam gubernur, memang pada akhirnya publiklah yang memutuskan lewat bilik suara.
Namun, sekadar untuk mendapatkan tiket berlaga dalam kontestasi rasanya bukan perkara sulit. Tak berlebihan bila dikatakan bahwa soalnya tinggal Gibran memilih mana: pilkada DKI Jakarta atau Jateng…

