JAKARTA (Sketsa.co) — Mungkinkah “kemesraan” Jokowi-Prabowo berlanjut dan bermuara di Pilpres 2024? Segala kemungkinan bisa terjadi. Mari kita urai gelagat politiknya.
Dalam peringatan HUT ke-15 Partai Gerindra di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2023), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang disampaikan via rekaman video yang diputar di acara tersebut.
“Saya mengucapkan selamat ulang tahun Partai Gerindra yang ke-15. Saya juga ingin menyampaikan selamat atas prestasi Partai Gerindra yang luar biasa,” kata Jokowi seperti dikutip dari siaran langsung Gerindra TV.
Jokowi juga mengatakan bahwa jika kerja keras dan didongkrak terus, Partai Gerindra potensial menjadi yang teratas. “Dan elektabilitas Pak Prabowo (sebagai kandidat calon presiden) juga potensial menjadi yang tertinggi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya karena Partai Gerindra dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memberikan dukungan untuk pemerintahan yang dipimpinnya.
Menurut Jokowi, dukungan Gerindra sangat membantu pemerintah dalam melakukan agenda-agenda besar bangsa, di antaranya mengendalikan pandemi Covid-19.
Tak ayal lagi, sambutan Jokowi yang bernada positif dan penuh pujian terhadap Gerindra dan Prabowo telah menimbulkan berbagai spekulasi, terutama kemungkinan Jokowi akan memberikan dukungan atas pancapresan Prabowo di Pilpres 2024.
Hubungan Harmonis
Sejak Partai Gerindra bergabung dalam koalisi partai pendukung pemerintahan Jokowi-Maruf Amin yang diikuti dengan masuknya Prabowo Subianto dalam kabinet sebagai Menteri Pertahanan serta Sandiaga Uno sebagai Menparekraf, relasi Jokowi-Prabowo yang sempat dua kali menjadi rival di pilpres (2014 dan 2019) tampak akrab dan harmonis.
Beberapa kali Presiden Jokowi memberi apresiasi dan pujian atas kinerja Prabowo sebagai Menhan, begitu pula sebaliknya, Prabowo begitu mendukung langkah Jokowi, terutama terlihat nyata dalam saat-saat awal pengendalian pandemi Covid-19 yang menimbulkan kepanikan di seluruh penjuru bumi.
Sejak itu, nyaris tak pernah terdengar ada gesekan antara Jokowi dan Prabowo. Bahkan, dalam beberapa acara, tampak keduanya begitu akrab. Jokowi dan Prabowo mampu merawat hubungan yang harmonis di antara mereka berdua hingga kini.
Baca juga: PWS: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Jokowi Beri Semangat ke Gerindra
Di sisi lain, sebagai anggota koalisi partai pendukung pemerintah, Gerindra juga terlihat memberikan dukungan nyata atas langkah-langkah pemerintahan Jokowi. Para anggota DPR Fraksi Gerindra misalnya juga tampak suportif terhadap berbagai kebijakan yang diambil pemerintah.
Sejumlah pihak menilai, Prabowo memiliki banyak kesamaan cara pandang dengan Jokowi dalam mengelola persoalan bangsa ini, termasuk memastikan kelanjutan kebijakan pindah ibu kota dan meneruskan pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara di Kaltim. Hal ini lalu menimbulkan spekulasi lanjutan tentang kemungkinan Jokowi memberikan dukungan khusus (endorse) terhadap Prabowo, yang hampir dipastikan akan nyapres lagi di Pilpres 2024.
Tapi bukankah sebagai kader partai, pada akhirnya Jokowi mesti tunduk dengan keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal siapa nanti sosok yang akan ditunjuk sebagai capres? Bukankah Megawati sudah memastikan bahwa capres yang akan diusung berasal dari kader PDIP sendiri?

