JAKARTA (Sketsa.co) — Kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih optimistis bisa memenangkan Pilpres 2024 dengan sekali putaran melalui pemungutan suara 14 Februari mendatang.
Namun, meski kubu 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan kubu 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga tampak optimis bisa memenangkan pesta demokrasi lima tahunan itu dengan sekali putaran, namun mereka terlihat lebih realistis mengingat kontestan pilpres ada tiga paslon.
Kubu Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud terlihat lebih realistis dikarenakan nyaris mayoritas hasil survei berbagai lembaga memperlihatkan Prabowo-Gibran tampil dengan elektabilitas meyakinkan di kisaran 40-an persen.
Hanya, elektabilitas paslon 02 tersebut diyakini tak bergerak maju dari kisaran 40-an persen, meski ada beberapa hasil survei yang menunjukkan Prabowo-GIbran elektabilitasnya sudah tembus 52,3% seperti yang dirilis Political Weather Station (PWS) pada Jumat (26/1).
Tiket Final
Keyakinan bahwa meski berada pada peringkat tertinggi elektabilitas tapi belum menjamin kemenangan satu putaran itulah yang membuat kubu Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud masih terus mengupayakan berbagai cara untuk bisa merebut satu tiket lainnya menuju putaran kedua pilpres.
Baik kubu 01 maupun kubu 03 terus menggencarkan kampanye bertemu berbagai pihak di banyak daerah untuk menggenjot elektabilitas dengan harapan bisa membukakan peluang bagi mereka bisa lolos ke putaran kedua atau babak final.
Baca juga: Surya Paloh Siap Ketemu Megawati, Menuju Koalisi di Putaran Kedua Pilpres…
Sebaliknya, kubu 02 juga tak kalah gencar melakukan kampanye untuk memaksimalkan dukungan, termasuk menggelorakan pilpres bisa berlangsung satu putaran. Selain mendengungkan narasi menghemat biaya belasan triliun rupiah jika Prabowo-Gibran bisa menang sekali putaran, kubu 02 juga menekankan bahwa dengan selesai lebih cepat hajatan pemilu, maka kehidupan bisa cepat kembali normal, semua pihak bisa fokus kembali bekerja.
Tentu saja, secara prinsip, apakah Pilpres 2024 berlangsung satu putaran atau dua putaran tidak ada masalah. Toh, pada akhirnya rakyat pemilih yang akan menjadi penentu. Tinggal semua pihak, dalam hal ini penyelenggara pemilu, bisa menjamin pelaksanaan pesta demokrasi di negeri ini berjalan jujur dan adil…

