JAKARTA (Sketsa.co) — Sama-sama perempuan. Sama-sama ekonom. Sama-sama pintar. Sama-sama pengajar di universitas ternama. Yang satu Sri Mulyani dari Universitas Indonesia (UI), yang satunya lagi Sri Adiningsih dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dari namanya, tentu saja keduanya sama-sama orang Jawa. Nama-nama yang sangat familiar di kalangan orang Jawa, khususnya Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
25 tahun lalu, saat Indonesia diterjang krisis moneter yang memicu krisis perbankan dan krisis ekonomi, Sri Mulyani dan Sri Adiningsih kerap muncul dalam liputan media memberikan pendapat di seputar penanganan persoalan-persoalan moneter, perbankan dan makro ekonomi.
Hari ini, Minggu (18/6), Sri Mulyani yang kini menjabat Menteri Keuangan bertandang ke rumah duka di Perkumpulan Urusan Kematian Jogjakarta (PUKJ), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melayat Sri Adiningsih, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (2014-2019), yang telah berpulang sehari sebelumnya.
Sri Adiningsih meninggal dunia di RSUP Sardjito, Yogyakarta, Sabtu (17/6).
Sri Mulyani mengenang pertemuan pertamanya dengan Sri Adiningsih, yang akrab disapa Nining, saat mengikuti lomba debat antarmahasiswa di Universitas Padjajaran, Bandung.
“Sri Adiningsih adalah teman baik saya ketika kami masih mahasiswa. Saya berkuliah di UI dan dia di UGM. Kami bertemu sebelum kami lulus sarjana,” ungkap Sri Mulyani.
Mereka juga pernah bekerja sama dalam satu tim saat terjadi krisis ekonomi di Indonesia pada 1998. Mereka menjadi perumus amandemen Undang-Undang Dasar 1945 terkait perbankan dan ekonomi.
“Bu Ning memiliki kontribusi besar dalam mencegah krisis dan mendeteksi risiko-risiko awal, sehingga sektor keuangan tetap sehat. Beliau melakukan banyak hal,” ucap Sri Mulyani, yang akrab disapa Anik.
Baca juga: Pertemuan Puan-AHY: Bukan Silaturahmi Biasa
Sri Adiningsih menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM Yogyakarta pada 1985. Perempuan kelahiran Solo, 11 Desember 1960 ini, lalu melanjutkan studi di Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science di University of Illinois – Urbana Champaign pada 1989, dan pada 1996 memperoleh gelar PhD dari universitas yang sama.
Sri Adiningsih adalah teman seangkatan Presiden Joko Widodo saat mereka bersekolah di SMP Negeri 1 Solo di kawasan Manahan.
Jenazah Sri Adiningsih dikebumikan di di pemakaman Gunung Sempu Hills Memorial Park, Yogyakarta, hari ini.
Selamat jalan, Bu Ning. Semoga berbahagia dalam keabadian.

