JAKARTA (Sketsa.co) — Preeklamsia adalah kondisi yang terjadi pada wanita hamil yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria (keberadaan protein dalam urine).
Preeklamsia ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan protein dalam urine setelah 20 minggu kehamilan. Wanita hamil yang menderita preeklamsia dapat mengalami gejala seperti sakit kepala, gangguan penglihatan, mual, muntah, nyeri perut, dan pembengkakan pada kaki, tangan, atau wajah. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah serius bagi ibu hamil dan bayi yang belum lahir
Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya preeklamsia, yaitu:
Periksakan diri secara teratur: Pemeriksaan prenatal secara teratur sangat penting untuk memantau kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan. Dokter akan memeriksa tekanan darah, kadar protein dalam urine, serta memeriksa kondisi kesehatan secara umum.
Menerapkan pola makan yang sehat: Konsumsi makanan sehat dan seimbang dapat membantu mengurangi risiko terjadinya preeklamsia. Sebaiknya konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi seperti sayuran hijau, buah-buahan, ikan, dan daging tanpa lemak.
Olahraga secara teratur: Olahraga ringan secara teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga berat badan yang sehat.
Baca juga: Inilah Pemicu Pasangan Anda Kehilangan Gairah Seksual
Mengurangi stres: Stres dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia. Maka, melakukan aktivitas yang membantu mengurangi stres seperti meditasi atau yoga dapat membantu mencegah terjadinya preeklamsia.
Menghindari rokok dan alkohol: Rokok dan alkohol dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia, sehingga sebaiknya dihindari selama kehamilan.
Berkonsultasi dengan dokter: Jika Anda memiliki riwayat penyakit hipertensi atau preeklamsia, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan tindakan pencegahan yang tepat.

