JAKARTA (Sketsa.co) — Hari-hari ini dunia dihebohkan dengan keberadaan sekte sesat di Kenya yang mengharuskan pengikutnya untuk menjadi kelaparan agar mati dan segera masuk surga.
Sampai artikel ini diterbitkan, menurut laporan resmi, korban tewas pengikut sekte di Kenya itu tercatat telah mencapai 89 orang.
Jumlah korban tewas terus meningkat ketika pihak berwenang melakukan penggalian kuburan massal yang ditemukan di area seluas 800 hektare di hutan Shakahola di Kenya timur, tempat Good News International Church bermarkas.
Paul Mackenzie, pemimpin sekte tersebut, telah ditangkap pada 14 April lalu.
Sebelum terungkapnya sekte tersebut, dunia pernah digemparkan dengan berbagai sekte yang mengharuskan praktik bunuh diri massal.
Kuil Jonestown
Salah satu sekte yang paling terkenal karena melakukan praktik bunuh diri massal adalah Kuil Jonestown. Sebuah kelompok yang didirikan oleh Jim Jones pada tahun 1950-an, yang menyebut diri mereka “Gereja Rakyat” dan pada tahun 1978 hampir semua anggotanya melakukan bunuh diri massal di Guyana.
Sebuah sekte yang lebih baru adalah Heaven’s Gate, yang didirikan pada tahun 1970-an dan dikepalai oleh Marshall Applewhite dan Bonnie Nettles.
Baca juga: Cara Menghadapi Gelombang Panas
Pada tahun 1997, 39 anggotanya melakukan bunuh diri massal dengan harapan akan diangkut oleh pesawat ruang angkasa yang mereka percayai akan datang untuk menyelamatkan mereka.
Selain itu, ada Order of the Solar Temple, sebuah sekte yang didirikan pada tahun 1984 dan melakukan serangkaian bunuh diri massal di Swiss dan Kanada pada tahun 1994 dan 1995.
Sekte lain yang dianggap memiliki praktik yang berbahaya termasuk Aum Shinrikyo, sebuah sekte Jepang yang terkenal karena melakukan serangan gas sarin mematikan di Tokyo pada tahun 1995.

