Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Mengenal Sekte Sesat Penganut Ajaran Bunuh Diri Massal
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Mengenal Sekte Sesat Penganut Ajaran Bunuh Diri Massal
Internasional

Mengenal Sekte Sesat Penganut Ajaran Bunuh Diri Massal

Salah satu sekte yang paling terkenal karena melakukan praktik bunuh diri massal adalah Kuil Jonestown. Sebuah kelompok yang didirikan oleh Jim Jones pada tahun 1950-an, yang menyebut diri mereka "Gereja Rakyat" dan pada tahun 1978 hampir semua anggotanya melakukan bunuh diri massal di Guyana.

Last updated: Rabu, 26 April 2023, 3:01 PM
By Tony Martanto
Share
2 Min Read
Petugas medis mengangkut korban tewas pengikut sekte sesat di Kenya Timur. (Foto: https://thepledge.ng)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Hari-hari ini dunia dihebohkan dengan keberadaan sekte sesat di Kenya yang mengharuskan pengikutnya untuk menjadi kelaparan agar mati dan segera masuk surga.

Sampai artikel ini diterbitkan, menurut laporan resmi, korban tewas pengikut sekte di Kenya itu tercatat telah mencapai 89 orang.

Jumlah korban tewas terus meningkat ketika pihak berwenang melakukan penggalian kuburan massal yang ditemukan di area seluas 800 hektare di hutan Shakahola di Kenya timur, tempat Good News International Church bermarkas.

Paul Mackenzie, pemimpin sekte tersebut, telah ditangkap pada 14 April lalu.

Sebelum terungkapnya sekte tersebut, dunia pernah digemparkan dengan berbagai sekte yang mengharuskan praktik bunuh diri massal.

Kuil Jonestown

Salah satu sekte yang paling terkenal karena melakukan praktik bunuh diri massal adalah Kuil Jonestown. Sebuah kelompok yang didirikan oleh Jim Jones pada tahun 1950-an, yang menyebut diri mereka “Gereja Rakyat” dan pada tahun 1978 hampir semua anggotanya melakukan bunuh diri massal di Guyana.

Sebuah sekte yang lebih baru adalah Heaven’s Gate, yang didirikan pada tahun 1970-an dan dikepalai oleh Marshall Applewhite dan Bonnie Nettles.

Baca juga: Cara Menghadapi Gelombang Panas

Pada tahun 1997, 39 anggotanya melakukan bunuh diri massal dengan harapan akan diangkut oleh pesawat ruang angkasa yang mereka percayai akan datang untuk menyelamatkan mereka.

Selain itu, ada Order of the Solar Temple, sebuah sekte yang didirikan pada tahun 1984 dan melakukan serangkaian bunuh diri massal di Swiss dan Kanada pada tahun 1994 dan 1995.

Sekte lain yang dianggap memiliki praktik yang berbahaya termasuk Aum Shinrikyo, sebuah sekte Jepang yang terkenal karena melakukan serangan gas sarin mematikan di Tokyo pada tahun 1995.

You Might Also Like

Apa Kabar Industri Kripto Iran

Di Tengah Lonjakan Harga BBM, PM Thailand Pilih Pakai Mobil Listrik BYD

Gerhana Matahari Cincin Diperkirakan Muncul pada 17 Februari 2026

Pulau Panjang Sumbawa Dijual Online, Kawasan Konservasi yang Kaya Keanekaragaman Hayati

TAGGED: ajaran bunuh diri massal, Kenya, sekte sesat
Tony Martanto 26 April 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Cara Menghadapi Gelombang Panas
Next Article Ini Gejala Sakit Mental dan Cara Mengatasinya
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?