JAKARTA: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki dugaan aliran dana korupsi dari proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub). Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk Manajer Perencanaan dan Evaluasi PT Kereta Api Properti Manajemen serta VP Keuangan perusahaan yang sama.
Kasus ini melibatkan dugaan korupsi pada pengadaan enam proyek perbaikan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera pada 2022. Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika menyebutkan bahwa saksi-saksi dimintai keterangan mengenai keuntungan perusahaan yang diperoleh dari proyek tersebut, termasuk pengaturan lelang dan pemberian fee kepada pihak tertentu.
Kasus ini terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah. Sebanyak 10 tersangka telah ditetapkan, termasuk empat pemberi suap, seperti Direktur PT Istana Putra Agung Dion Renato Sugiarto, serta enam penerima suap, termasuk Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi dan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah Putu Sumarjaya.
Dugaan korupsi ini melibatkan berbagai proyek besar, seperti pembangunan jalur kereta ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso, proyek rel kereta di Makassar, serta proyek perbaikan di Jawa dan Sumatera. Diduga terjadi rekayasa dalam proses tender, mulai dari administrasi hingga penentuan pemenang proyek.
Salah satu tersangka, Syntho Pirjani Hutabarat, telah divonis 4,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung dan didenda Rp300 juta. KPK terus mendalami keterlibatan berbagai pihak dalam kasus ini guna memastikan keadilan.

