Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: The Future of Money: Ramalan Milton Friedman tentang Uang Maya yang akan Mengubah Dunia
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » The Future of Money: Ramalan Milton Friedman tentang Uang Maya yang akan Mengubah Dunia
Finansial

The Future of Money: Ramalan Milton Friedman tentang Uang Maya yang akan Mengubah Dunia

Last updated: Kamis, 12 Februari 2026, 11:38 AM
By Fajar Cahaya
Share
6 Min Read
Gambar/Istimewa
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co): Satu dekade sebelum Satoshi Nakamoto merilis whitepaper Bitcoin pada 2009, seorang ekonom legendaris asal AS telah menggambarkan visinya tentang masa depan uang digital dengan kejelasan yang mencengangkan.

Milton Friedman, pemenang Nobel di bidang ilmu ekonomi, pada 1999 telah meramalkan lahirnya sebuah sistem keuangan yang sangat mirip dengan konsep mata uang kripto yang kita kenal sekarang.

Dalam wawancara dengan National Taxpayers Union pada 1999, Friedman membahas dampak internet yang saat itu berkembang pesat. Dengan visioner dia menyatakan bahwa teknologi digital akan menjadi alat untuk mengurangi peran pemerintah dan perantara dalam transaksi moneter.

“Satu-satunya hal yang masih kurang, tetapi akan segera dikembangkan, adalah uang elektronik yang andal, sebuah metode di mana Anda dapat mentransfer dana dari A ke B melalui internet, tanpa A mengetahui B atau B mengetahui A,” ujar Friedman dalam wawancara tersebut.

Pernyataan itu kini terdengar seperti deskripsi sempurna tentang cara kerja Bitcoin dan mata uang kripto sejenisnya.

Friedman membayangkan sebuah sistem di mana dua pihak dapat bertransaksi secara langsung, peer-to-peer, tanpa perlu saling mengenal identitas sepenuhnya dan tanpa bergantung pada bank atau otoritas pusat sebagai penengah yang dipercaya.

Bitcoin, yang lahir pada 2009, mewujudkan esensi dari ramalan Friedman. Meskipun Friedman tidak menyebutkan teknologi blockchain, konsensus terdistribusi, atau penambangan Bitcoin, ia telah menangkap roh dari revolusi finansial yang akan datang: uang maya yang beroperasi mandiri di luar kendali tunggal pemerintah atau lembaga keuangan tradisional semacam otoritas jasa keuangan.

Sifat desentralisasi Bitcoin, yang dijalankan oleh jaringan node global dan diamankan oleh kriptografi, menjawab visi Friedman untuk sistem uang elektronik yang “andal” dan mengurangi ketergantungan pada perantara.

Anonimitas relatif atau lebih tepatnya “pseudonimitas”, dalam transaksi Bitcoin juga sejalan dengan gagasan tentang transfer dana tanpa perlu mengetahui identitas lengkap pihak lain. Nasabah telah bermetamorfosa menjadi destinasi digital, bukan lagi destinasi demografi apalagi geografi.

Milton Friedman, yang dikenal sebagai tokoh utama mazhab ekonomi Chicago dan penganjur pasar bebas, melihat uang elektronik sebagai langkah logis menuju efisiensi dan kebebasan individu dalam bertransaksi. Karyanya sering menekankan perlunya membatasi intervensi negara.

Bitcoin, dengan filosofinya yang terdesentralisasi dan terbuka, dianggap oleh banyak pengamat sebagai perwujudan dari visi ekonomi Friedman itu.

Ia tidak meramalkan Bitcoin secara spesifik, tetapi ia secara akurat mengidentifikasi kebutuhan dan arah teknologi yang akan memunculkannya.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa inovasi besar sering kali telah ada dalam benak para pemikir jauh sebelum teknologi memungkinkannya terwujud.

Ramalan Milton Friedman bukanlah sulap bukanlah sihir, melainkan hasil dari analisis mendalam tentang tren teknologi dan prinsip ekonomi.

Hari ini, kita menyaksikan bagaimana visinya tentang “uang elektronik yang andal” itu hidup dan terus berkembang, mengubah wajah sistem keuangan global.

Uang elektronik yang handal itu kini telah memwujud menjadi uang kripto (cryptocurrency) yang menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan sistem keuangan tradisional.

Sejumlah keunggulan mata uang kripto adalah:

(1) Sangat desentralistik. Tidak ada otoritas pusat (seperti bank sentral atau otoritas moneter) yang mengendalikan uang ini. Transaksi diproses oleh jaringan komputer yang tersebar di seluruh dunia (node), sehingga pengguna memiliki kontrol penuh atas uang mereka tanpa bergantung pada kebijakan lembaga keuangan tertentu.

(2) Aman dan transparan. Setiap transaksi dilindungi oleh kriptografi rumit yang membuatnya sangat sulit dipalsukan atau diretas. Semua transaksi dicatat dalam buku besar publik (blockchain) yang dapat diverifikasi oleh siapa saja, namun tetap menjaga privasi identitas pengguna sehingga menciptakan sistem transparansi yang tinggi.

(3) Sangat efisien dan murah. Pengiriman uang lintas negara bisa dilakukan dalam hitungan menit (bahkan detik pada jaringan tertentu) dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan transfer antar-bank konvensional.
Pasar kripto beroperasi tanpa mengenal hari libur, memungkinkan transaksi kapan saja tanpa terhambat jam operasional lembaga perbankan.

(4) Menjanjikan potensi keuntungan dan diversifikasi portofolio. Dengan volatilitasnya yang tinggi, bagi investor uang kripto justru berpeluang menjadi sumber keuntungan besar dalam waktu singkat (seperti potensi bull run yang diprediksi para ahli pada periode 2025-2026).

Sementara sebagai aset alternatif, uang kripto berguna sebagai alat diversifikasi portofolio investasi guna mengurangi ketergantungan pada aset tradisional seperti saham atau obligasi.

(5) Inovatif dan inklusif. Siapa pun yang memiliki koneksi internet dapat mengakses layanan keuangan kripto melalui DeFi. Ini memberikan solusi bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke perbankan formal (unbanked).

Sementara smart contracts yang diterapkan dalam industri keuangan kriptografi memungkinkan terciptanya perjanjian otomatis yang berjalan tanpa perantara, sehingga meningkatkan efisiensi di segala sektor.

Keajaiban Stablecoin

Sebuah keajaiban lain dalam dunia finansial kripto adalah ditemukannya mata uang stabil (stablecoin) seperti USDT yg dikeluarkan oleh Thether Incorporation dan USDC yang dikeluarkan oleh Center & Coinbase.

Stablecoin menawarkan kombinasi unik antara teknologi blockchain yang cepat dengan stabilitas aset tradisional (fiat) yang sudah dikenal umum.

Per Februari 2026, aset ini semakin mendominasi pembayaran digital karena efisiensinya yang sangat tinggi.

Berbeda dengan Bitcoin yang harganya fluktuatif, stablecoin dipatok (pegged) 1:1 dengan aset stabil seperti dolar AS atau emas.

Hal ini menjadikannya sebagai “tempat parkir” yang aman dan nyaman bagi investor saat pasar kripto mengalami bearish.

Ini adalah “mukjizat” tersendiri yang hanya dikenal dalam dunia kripto: kok ada mata uang maya, tidak berwujud, cepat, aman dan mudah ditransaksikan, namun harganya sangat stabil layaknya dolar fiat atau emas. Ajaib !!

You Might Also Like

Lakukan Pelanggaran, OJK Beri Sanksi Administratif ke Bank Neo Commerce

Berkat Kripto, Iran Kebal Embargo

Fatwa Muhammadiyah tentang Kripto: Tentukan Mana Halal, Mana Haram…

Seputar Paradoks Industri Kripto di Tanah Air

TAGGED: Bitcoin, Milton Friedman, Stablecoin, uang kripto
Fajar Cahaya 12 Februari 2026
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi
Next Article Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Awas! Campak Bisa Berakibat Fatal untuk Orang Dewasa
Kejagung Tetapkan Samin Tan Tersangka Kasus Korupsi Tambang di Kalimantan Tengah
Berkat Kripto, Iran Kebal Embargo
Taman Nasional Komodo Kembali Moncer di Dunia Internasional
Di Tengah Lonjakan Harga BBM, PM Thailand Pilih Pakai Mobil Listrik BYD

Latest News

Awas! Campak Bisa Berakibat Fatal untuk Orang Dewasa
Lakukan Pelanggaran, OJK Beri Sanksi Administratif ke Bank Neo Commerce
Kejagung Tetapkan Samin Tan Tersangka Kasus Korupsi Tambang di Kalimantan Tengah
Di Tengah Lonjakan Harga BBM, PM Thailand Pilih Pakai Mobil Listrik BYD
Taman Nasional Komodo Kembali Moncer di Dunia Internasional
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?