Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Musim Kemarau 2025 Datang Lebih Lambat, BMKG: Waspadai Dampaknya di Berbagai Daerah
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Musim Kemarau 2025 Datang Lebih Lambat, BMKG: Waspadai Dampaknya di Berbagai Daerah
EventNasional

Musim Kemarau 2025 Datang Lebih Lambat, BMKG: Waspadai Dampaknya di Berbagai Daerah

Last updated: Rabu, 11 Juni 2025, 5:18 PM
By M. Khamdi
Share
3 Min Read
Foto/Istimewa
SHARE

JAKARTA: Musim kemarau tahun 2025 diprediksi mengalami keterlambatan di sejumlah besar wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan hasil pemutakhiran terbaru yang menunjukkan pergeseran awal musim kemarau, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Hasil pemutakhiran awal musim kemarau 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang mengalami perubahan mengalami pergeseran ke waktu awal musim yang datang lebih lambat dibandingkan prediksi Februari,” demikian pernyataan BMKG pada 2 Juni 2025.

Pergeseran musim ini cukup signifikan. Di Pulau Jawa, beberapa wilayah yang semula diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada akhir April hingga awal Mei, kini justru diprediksi baru akan mengalaminya pada akhir Mei hingga awal Juni. Bahkan, di daerah seperti Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, pergeseran mencapai 3 hingga 5 dasarian (satu dasarian setara dengan 10 hari).

Fenomena serupa juga terjadi di Bali dan Nusa Tenggara, di mana pergeseran awal musim kemarau rata-rata mencapai 2 hingga 4 dasarian. Ini berarti, musim kemarau 2025 datang lebih lambat dari kondisi normal di banyak wilayah yang telah diperbarui datanya oleh BMKG.

Puncak Kemarau Masih di Juli–Agustus, Tapi Ada Perbedaan Wilayah

Meski awal musim kemarau mengalami keterlambatan, BMKG memastikan bahwa puncaknya secara umum tetap akan berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus 2025. Namun, tidak semua daerah mengalami pola yang sama.

Di Jawa dan Papua, puncak musim kemarau justru diperkirakan akan terjadi lebih awal dari prediksi sebelumnya. Sebaliknya, di wilayah Sumatera dan Sulawesi, puncaknya justru bergeser ke waktu yang lebih lambat.

BMKG menekankan bahwa sebagian besar wilayah masih akan mengalami puncak musim kemarau sesuai pola klimatologis normal. Namun, perubahan pada awal dan puncak musim tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi banyak sektor, termasuk pertanian dan ketersediaan air bersih.

Durasi Kemarau Lebih Pendek, Tapi Ada yang Lebih Panjang

Tak hanya soal waktu datangnya musim kemarau, durasinya pun diperkirakan mengalami perubahan. Di beberapa daerah seperti Jawa, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara, musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih singkat dari biasanya. Namun, sebagian wilayah lain, termasuk beberapa bagian di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua, justru berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih panjang, bahkan bisa melampaui 24 dasarian.

Imbauan untuk Masyarakat: Pantau Cuaca Secara Berkala

Dengan adanya pergeseran musim dan potensi perubahan durasi kemarau, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi prakiraan cuaca terkini. Perubahan pola musim bisa berdampak pada hasil pertanian, pengelolaan sumber daya air, hingga aktivitas harian masyarakat.

“Pemantauan dan adaptasi terhadap perubahan iklim sangat penting, terutama bagi petani, nelayan, dan sektor lainnya yang sangat bergantung pada kondisi cuaca,” tambah BMKG.

Musim kemarau yang tak menentu ini menjadi pengingat bahwa dinamika iklim semakin kompleks, dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk menghadapi dampaknya.

You Might Also Like

Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Januari 2026

BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem di Nusa Tenggara Timur

TAGGED: BMKG, musim kemarau 2025, musim kemarau datang terlambat, puncak kemarau Juli-Agustus
M. Khamdi 11 Juni 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Duo Iwan Lukminto Gugat Tim Kurator Sritex, Tuntut Penghapusan Aset Pribadi dari Daftar Harta Pailit
Next Article 1.554 Formasi Guru Dibuka! Ayo Daftar Jadi Pengajar Sekolah Rakyat
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?