JAKARTA: Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2024 digelar di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (9/12/2024). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam), Budi Gunawan (BG), hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto. BG tiba di lokasi pukul 09.26 WIB dengan mengenakan kemeja putih, disambut oleh Ketua KPK Nawawi Pomolango beserta para Wakil Ketua KPK, Alexander Mawarta, Nurul Ghufron, dan Johanis Tanak.
Selain BG, sejumlah pejabat penting turut hadir, termasuk Ketua MPR Ahmad Muzani, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menkomdigi Meutya Hafid, dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan pentingnya peringatan Hakordia sebagai momen strategis dalam memberantas korupsi.
Hakordia diperingati setiap 9 Desember sebagai upaya global meningkatkan kesadaran akan bahaya korupsi. Di Indonesia, acara ini dikoordinasikan oleh KPK dengan berbagai program yang melibatkan masyarakat luas. Hakordia tidak hanya menjadi ajang kampanye untuk menjauhi perilaku koruptif, tetapi juga menjadi langkah kolektif untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif korupsi yang dapat merugikan pembangunan dan masa depan bangsa.
Tema dan Filosofi Hakordia 2024: Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju
Tema Hakordia tahun ini, “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju,” menggambarkan pentingnya kolaborasi nasional untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Frasa “Teguhkan Komitmen” menekankan perlunya penguatan tekad dari berbagai elemen bangsa dalam melanjutkan agenda pemberantasan korupsi. Kata “Berantas” mencerminkan keberanian dan usaha nyata untuk menghapus praktik korupsi, sementara “Maju” membawa semangat optimisme untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Logo Hakordia 2024 dirancang dengan visualisasi sederhana namun kuat, melambangkan persatuan dan semangat kolektif masyarakat untuk menciptakan Indonesia yang bebas korupsi. Hal ini selaras dengan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana pemberantasan korupsi menjadi salah satu fondasi penting.
Hakordia sebagai Momentum Edukasi dan Refleksi
Hakordia tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga berfungsi sebagai momentum refleksi atas langkah-langkah konkret pemberantasan korupsi yang telah dilakukan. Kegiatan ini diisi dengan berbagai program edukasi dan interaktif untuk menginspirasi masyarakat agar turut serta menjaga integritas dan membangun budaya antikorupsi di kehidupan sehari-hari.
Tujuan utama Hakordia adalah menciptakan kesadaran kolektif bahwa korupsi adalah musuh bersama yang menghambat pembangunan dan merugikan generasi mendatang. Dalam kesempatan ini, KPK juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang berkontribusi aktif dalam upaya pemberantasan korupsi.
Puncak acara Hakordia menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi. Kehadiran Presiden Prabowo, yang diwakili Menko Polkam, menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap agenda ini. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta, diharapkan budaya antikorupsi dapat terinternalisasi di seluruh lapisan masyarakat, mendukung terciptanya Indonesia yang bebas korupsi.

