JAKARTA: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin rapat koordinasi (rakor) Brigade Pangan sebagai bagian dari upaya pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sektor swasembada pangan. Rakor tersebut digelar pada Selasa malam, 10 Desember 2024, di Hotel Four Point by Sheraton Medan, Jalan Gatot Subroto No. 395, Medan. Acara ini dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk perwakilan TNI, pemerintah provinsi, serta kabupaten di Sumatera Utara, salah satunya Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution.
Dalam pertemuan itu, Mentan Amran menargetkan produksi padi di Provinsi Sumatera Utara mencapai 700 ribu ton untuk tahun anggaran 2025. Ia menyatakan keyakinannya bahwa target tersebut dapat tercapai melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan (oplah). Upaya peningkatan indeks tanam dari satu kali menjadi tiga kali dalam setahun juga menjadi fokus utama.
“Ini adalah semangat yang luar biasa. Targetnya naik 700 ribu ton, dan mudah-mudahan ini bisa tercapai. Jika berhasil, bantuan untuk tahun 2026 akan kami tingkatkan lagi,” ujar Mentan Amran.
Heru Tri Widiarto, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan pada Kementerian Pertanian, menyampaikan bahwa Sumatera Utara mendapatkan alokasi target optimalisasi lahan seluas 80.752 hektare. Untuk tahun 2024, kegiatan tersebut mencakup 30.442 hektare di 14 kabupaten, sementara pada tahun 2025, targetnya adalah 50.310 hektare yang tersebar di tujuh kabupaten.
Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, melaporkan bahwa kabupatennya memberikan kontribusi yang signifikan dalam program swasembada pangan. Ia mengungkapkan bahwa produksi padi di Mandailing Natal mengalami peningkatan besar, dari 16 ribu ton pada 2023 menjadi 94 ribu ton pada 2024. Atika menambahkan bahwa pemerintah kabupaten berkomitmen meningkatkan produktivitas padi hingga 7-10% ke depan. Untuk mewujudkan target tersebut, ia meminta bantuan berupa alat-alat pertanian seperti hand tractor, combined harvester, cultivator, dan kendaraan jip.
“Kami juga memohon pelurusan serta pendalaman pada pertemuan dua sungai, Batang Gadis dan Batang Angkola, karena sering meluap dan menyebabkan banjir di wilayah Rodang,” jelas Atika.
Sebelumnya, pada Juli 2024, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil, melakukan kunjungan kerja ke Madina. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian menargetkan program pompanisasi untuk mengairi 3.000 hektare sawah tadah hujan di kabupaten tersebut. Program ini merupakan bagian dari Perluasan Areal Tanam (PAT) yang dirancang untuk meningkatkan hasil produksi padi nasional.
Rakor Brigade Pangan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarinstansi dan memastikan keberhasilan program swasembada pangan di Sumatera Utara, khususnya melalui peningkatan produksi padi dan optimalisasi lahan. Mentan Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian daerah, tetapi juga kontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional.

