JAKARTA: Perusahaan konstruksi asal China, Cgang Ye Construction Group, akan menjadi pembiaya utama pembangunan Bandara Internasional Bali Utara. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara perusahaan tersebut dan PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti pada 8 November 2024 di Kedutaan Besar Indonesia di China.
Presiden Direktur PT BIBU, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, menjelaskan bahwa MOU ini merupakan langkah awal dari komitmen kerja sama yang kuat. “Penandatanganan ini disaksikan oleh Kedutaan Besar Indonesia, menunjukkan kehadiran negara dalam proyek ini,” ujar Erwanto.
Cgang Ye Construction Group berkomitmen mengucurkan dana sebesar USD 3 miliar atau sekitar Rp47,01 triliun (kurs Rp15.671 per dolar AS). Dana ini merupakan pinjaman yang akan dikembalikan oleh PT BIBU. Targetnya, pembangunan bandara selesai pada 2026 dan mulai beroperasi pada 2027.
Proyek ini juga mendapatkan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto, yang berkomitmen merealisasikan Bandara Bali Utara. Saat berkunjung ke Bali, Prabowo menyampaikan visi menjadikan Bali Utara sebagai “The New Singapore” atau “The New Hongkong” yang akan menjadi pusat kawasan Asia.
Dukungan juga datang dari mantan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, serta para tokoh puri se-Bali. Mereka berharap kehadiran bandara ini dapat meningkatkan perekonomian Bali Utara dan mengurangi ketimpangan pembangunan dengan wilayah Bali Selatan.
Pembangunan bandara ini merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur di Bali, termasuk proyek jalan tol dan LRT yang menghubungkan Bali Utara dan Selatan.

