JAKARTA (Sketsa.co) — Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengklaim semua lembaga survei menunjukkan bahwa pasangan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka akan menang satu putaran.
“Masalahnya sekarang adalah yang kita sangat perlukan adalah mandat dari rakyat. Tanggal 14 Februari kita harus menang dan menang sekali putaran,” ujar Prabowo saat menerima deklarasi Relawan Bakti untuk Rakyat di rumahnya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (29/1) malam. . “Semua survei menunjukkan bahwa kita sebenarnya (menang) sekali putaran,” imbuhnya.
Berdasarkan UU Pemilu 2017, syarat untuk menang satu putaran, Prabowo-Gibran harus meraih 50% plus 1 suara di pilpres dengan raihan minimal 20% suara di separoh jumlah provinsi.
Sesungguhnya, tak semua lembaga survei “berani” memprediksikan bahwa pasangan calon nomor 02 tersebut akan memenangkan Pilpres 2024 sekali putaran. Demi melihat kecenderungan hasil survei, sebagian justru meyakini pilpres akan berlangsung dua putaran.
Namun, meski diprediksi berpotensi dua putaran, peluang Prabowo-Gibran untuk memenangkan kontestasi pilpres tetap besar, baik berhadapan dengan paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar maupun paslon 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Saat ini, ada semacam “kesepakatan” di kalangan surveyor bahwa elektabilitas Prabowo-Gibran berada di rentang 40-an persen dan menempatkan mereka di peringkat teratas di antara paslon 01 dan 03. Dua yang terakhir ini berada di kisaran 20-an persen.
Baca: Setengah Hati di Pilpres, Demokrat Fokus ke Pileg
Kubu Prabowo-Gibran memang gencar mendengungkan harapan dan keyakinan untuk bisa menang pilpres hanya dengan sekali putaran melalui pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Tak lupa, mereka juga menarasikan bahwa dengan satu putaran, akan banyak anggaran yang bisa dihemat, yakni mencapai Rp 27 triliun. Dana segede itu bisa digunakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.
Tentu sah-sah saja kubu Prabowo-Gibran menggelorakan bisa menang satu putaran dengan merujuk hasil sejumlah survei yang memperlihatkan stabilnya elektabilitas pasangan tersebut di peringkat teratas, meski dinilai belum aman betul untuk bisa menjamin kemenangan satu putaran.
Bandingkan dengan duet SBY-Boediono pada Pilpres 2009 yang dengan mudah meraih kemenangan satu putaran melawan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla-Wiranto. Saat itu, sebagai petahana, SBY memenangkan pilpres dengan raihan telak dan meyakinkan: 60,80%.
Kejutan
Pertanyaannya, mungkinkah ada kejutan besar yang membalikkan hasil survei sejauh ini?
Dengan kata lain, meski rasanya peluang Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud tampak kecil untuk bisa memenangkan Pilpres 2024, namun tetap tak tertutup kemungkinan adanya kejutan. Bagaimana pun, konfirmasi paling meyakinkan dari berbagai spekulasi tentang siapa yang bakal menjadi pemenang adalah berdasar hasil penghitungan surat suara sah di setiap TPS.
Sisa masa kampanye yang kurang dari dua pekan tampaknya masih menyisakan optimisme di kubu 01 dan 03 untuk bisa memiliki performa lebih meyakinkan pada Hari H pencobolosan 14 Februari nanti…

