JAKARTA (Sketsa.co) — Wacana koalisi kubu capres-cawapres nomor urut 01 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) dengan kubu 03 (Ganjar Pranowo-Mahfud MD) tampaknya bakal menemukan urgensinya jika Pilpres 2024 berlangsung dua putaran.
Meski baru sebatas wacana, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyatakan rencana koalisi Anies-Ganjar bisa membuat situasi politik makin seru.
“Ya, pasti tambah seru. Belum putarannya saja sudah seru, apalagi putaran kedua (Pilpres 2024),” kata Surya Paloh di kantor DPW Nasdem Bali, Denpasar, Selasa (23/1).
Wacana, usulan atau harapan kubu 01 dan 03 berkoalisi di putaran kedua menggema dan terus digaungkan sejumlah pendukung kedua belah pihak beberapa waktu terakhir untuk mengantisipasi jika pilpres berlanjut ke putaran kedua.
Soal kemungkinan bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Surya Paloh menyebut pertemuan itu bisa saja terjadi.
“Kemungkinan (bertemu Megawati) itu bisa saja, kemungkinan itu bisa saja,” kata Surya Paloh di Lombok, NTB seperti dikutip detik.com, Kamis (25/1).
Relatif Dingin
Sesungguhnya, dalam nyaris dua tahun terakhir ini, hubungan Nasdem dan PDIP sebagai bagian dari koalisi partai pro-pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin relatif agak dingin, tidak semesra sebelumnya.
Namun, saat ini kedua partai tampak disatukan oleh kepentingan yang sama, yakni mencoba melawan kubu koalisi partai pro-Prabowo-Gibran yang secara kasat mata di-endorse atau didukung Presiden Jokowi.
Agaknya tak terlalu sulit bagi Nasdem dan PDIP untuk kembali berkoalisi jika salah satu dari paslon yang mereka dukung—entah Anies-Cak Imin atau Ganjar-Mahfud—lolos ke putaran kedua untuk menghadapi Prabowo-Gibran.
Sebagai pengusung pertama dan utama pencapresan Anies Baswedan, Nasdem tentu memiliki semacam privelege untuk menentukan arah koalisi jika pilpres berlangsung dua putaran dengan menghadapkan duet Prabowo-Gibran dengan Ganjar-Mahfud.
Baca juga: Survei Indopol di Jawa Timur Alami Kendala, Warga Takut Bansos Dicabut
Tentu saja tak dengan sendirinya PKS dan PKB akan mengikuti langkah politik Nasdem untuk, misalnya, memilih bergabung dengan koalisi pro-Ganjar-Mahfud. PKS dan PKB memiliki keleluasaan untuk mengambil langkah sendiri yang boleh jadi berbeda dengan Nasdem.
Sebaliknya, jika yang lolos ke putaran kedua adalah duet Anies-Cak Imin, tampaknya PDIP sebagai partai pengusung utama Ganjar-Mahfud sangat mungkin untuk mendukung paslon nomor urut 01 itu untuk berhadapan dengan paslon nomor urut 02.
Maka, demi mengantisipasi kemungkinan Pilpres 2024 berlangusng dua putaran, sangat realiatis apabila Surya Paloh dan Megawati melakukan pertemuan awal membahas berbagai peluang dan kemungkinan kerjasama.

