JAKARTA (Sketsa.co) — Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran (GSP) Muhammad Qodari tetap meyakini peluang Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menang pilpres satu putaran sangat besar.
Hal itu disampaikan Qodari saat menemani capres Prabowo berkunjung dan silaturahmi dengan masyarakat Palembang di Pondok Modern IGM Al-Ihsaniyah Gandus Palembang pada Selasa (9/1/24). “Peluang menang satu putaran masih sangat besar,” katanya.
Sebelumnya, pada 18 Desember 2023, Qodari mendorong Pilpres 2024 dapat dilakukan sekali putaran untuk kemenangan pasangan calon Prabowo-Gibran.
“Paslon Prabowo-Gibran menjadi kandidat dengan dukungan suara tertinggi, mencapai 45% menurut beberapa lembaga survei pada awal Desember 2023. Hanya diperlukan tambahan suara sekitar 6%-7% agar tercapai kondisi pilpres sekali putaran pada 14 Februari 2024,” katanya.
Dia menjelaskan ada tiga argumentasi yang mendasari gerakan satu putaran, yakni efisiensi waktu, efektivitas biaya, dan potensi keamanan politik.
Baca juga: IFW: Usut Transaksi Mencurigakan Triliunan Rupiah ke Rekening Para Caleg
Menurut dia, pilpres sekali putaran hemat waktu, karena presiden dan wakil presiden terpilih sudah diketahui pada Februari 2024 dan tidak perlu menunggu sampai dengan Juni 2024.
Pilpres sekali putaran dapat menghemat biaya dari anggaran negara. Sebab, jika putaran kedua diselenggarakan, diperlukan anggaran tambahan sekitar Rp17 triliun.
Selain itu, pilpres sekali putaran akan lebih damai dibandingkan dengan dua putaran, sebab potensi polarisasi ekstrem seperti yang terjadi di Pilpres 2014, 2019 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 dapat dihindari.
Selain Qodari, sejumlah sosok di Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran juga gencar mendengungkan agar pilpres berlangsung satu putaran untuk kemenangan pasangan nomor urut 02 tersebut.
Sesungguhnya, tak hanya kubu Prabowo-Gibran yang menyuarakan dan berharap agar bisa memenangkan Pilpres 2024 dalam sekali putaran.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya ketika memberi arahan di Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud (27/11/2023) juga menyerukan hal senada. Pun di kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar juga mengharapkan hal serupa, bisa menang pilpres sekali putaran.
Tidak Realistis
Namun harapan pilpres sekali putaran itu tampaknya makin tidak realistis melihat kecenderungan fluktuasi atau naik-turun elektabilitas ketiga paslon seperti yang direkam oleh beragam lembaga survei.
Meski duet Prabowo-Gibran memiliki elektabilitas yang stabil di kisaran 40-an persen (merujuk sejumlah hasil survei), namun hal itu dinilai belum memberikan jaminan apapun untuk bisa memenangkan pilpres sekali putaran.
Asumsinya, jika hingga hari pemungutan suara 14 Februari 2024, raihan angka tersebut tak bergerak jauh, duet Prabowo-Gibran hanya memastikan diri untuk memperoleh satu tiket untuk maju ke putaran kedua atau babak final pilpres.
Di titik itu, Prabowo-Gibran akan dipaksa untuk head to head dengan satu pemegang tiket lainnya, entah Anies-Muhaimin (01) atau Ganjar-Mahfud (03) selaku runner-up di putaran pertama.
Dengan demikian, skenario pilpres satu putaran yang digelorakan oleh kubu Prabowo-Gibran agaknya menjadi tidak relevan sekaligus tidak masuk akal…

