JAKARTA (Sketsa.co) — Hasil survei internal salah satu partai politik peserta Pemilu 2024 memprediksikan pilpres tahun ini akan berjalan dua putaran dengan menghadapkan duet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Hal itu terjadi karena sejauh ini belum atau tidak ada pasangan capres-cawapres yang meraih suara lebih dari 50% merujuk sejumlah hasil survei.
Sementara itu, UU Pemilu mengatur bahwa pilpres memasuki putaran kedua jika tidak ada pasangan capres-cawapres yang meraih suara 50% plus satu. Bahwa mereka yang berhak melaju ke putaran kedua adalah dua pasangan dengan perolehan suara terbanyak di putaran pertama.
Merujuk hasil survei internal salah satu parpol yang enggan disebut identitasnya seperti diwartakan CNNIndonesia.com (11/1/2024), pasangan Prabowo-Gibran diprediksi meraih 42,45% atau 66,3 juta suara di tingkat nasional.
Sementara Ganjar-Mahfud mengikuti di urutan kedua dengan prediksi raihan 24,75% atau setara 40 juta suara. Di urutan buncit, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan capaian 19,38% atau 31 juta suara.
Survei yang dilakukan salah satu partai pengusung Prabowo-Gibran itu dilaksanakan di 83 dari total 84 daerah pemilihan (dapil) Pemilu 2024.
Menurut CNN Indonesia yang mendapatkan dokumen hasil survei tersebut, responden yang dilibatkan sebanyak 800 orang di tiap dapil, dan hanya dapil Papua Pegunungan yang tidak disurvei karena alasan keamanan.
Tak Mengejutkan
Sesungguhnya, tak ada yang mengejutkan dengan hasil survei internal salah satu partai pengusung Prabowo-Gibran tersebut dengan beragam hasil survei elektabilitas yang dilakukan sejumlah lembaga jajak pendapat.
Bahwa duet Prabowo-Gibran unggul di kisaran 40-an persen, sementara Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin sejauh ini tidak atau belum mampu mengejar secara signifikan pasangan yang didukung oleh Koalisi Indonesia Maju tersebut.
Baca juga: Pilpres Satu Putaran Sulit Terjadi, Kecuali…
Yang menarik justru mengapa Ganjar-Mahfud, dan bukan Anies-Cak Imin, yang lolos ke putaran kedua untuk menghadapi Prabowo-Gibran di babak final?
Bukankah belakangan sejumlah hasil survei memperlihatkan adanya tren kenaikan elektabilitas Anies-Cak Imin, yang bahkan dikabarkan sudah melampaui elektabilitas Ganjar-Mahfud?
Jika hasil survei di atas benar-benar dikonfirmasi oleh hasil pemungutan suara pada 14 Februari nanti, tentu hal itu akan menjadi perhelatan menarik saat Prabowo-Gibran berhadapan dengan Ganjar-Mahfud di babak final.
Namun, saat ini semua masih dinamis dan bergerak. Dengan kata lain, elektabilitas ketiga pasangan calon tersebut masih terus mengalami fluktuasi, naik-turun. Kendati, rasanya sulit membayangkan Prabowo-Gibran bakal terpental di putaran pertama.
Yang cukup realistis adalah bahwa hari-hari ini sampai menjelang habis masa kampanye pada 10 Februari nanti, Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin bersaing keras untuk bisa merebut tiket lolos ke putaran kedua…

